NEGARA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Para petugas KPPS dan ketertiban TPS menjalani rapid tes, Senin (9/11/2020). Rapid tes tersebut dilakukan guna menjamin tak ada petugas KPPS dan ketertiban TPS yang terjangkit Covid-19.
KPU Jembrana mewajibkan 4.480 petugas KPPS dan 1.280 petugas pengamanan TPS yang telah terpilih harus mengikuti rapid tes.
Tes rapid terhadap ribuan petugas KPPS tersebut dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 21 Nopember 2020 mendatang. Pelaksanaannya di masing masing puskesmas pada setiap kecamatan di Jembrana.
Salah satu Komisioner KPU Jembrana, I Made Widiastra saat meninjau pelaksanaan rapid tes di dua puskesmas kemarin mengatakan ribuan anggota KPPS dan pengaman TPS yang mengikuti rapid tes guna memastikan tak ada petugas KPPS dan pengaman TPS yang terjangkit Covid-19. Tak hanya itu dengan adanya rapid tes ini diharapkan tak ada keraguan bagi warga untuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember mendatang. Bahkan dengan rapid tes agar dapat menghindari adanya penularan Covid-19. " Saat ini, yang kita lakukan yakni, melaksanakan rapid tes terhadap petugas KPPS dan juga petugas yang terlibat lainnya. Intinya adalah untuk memastikan semua penyelenggara, kami dipastikan bebas dari covid 19. Kita ingin menjamin setiap penyelenggara itu sehat dan pemilih selamat nantinya dalam melaksanakan pemungutan maupun penghitungan suara di TPS," terangnya. Jika dalam rapid tes ada yang terbukti reaktif maka KPU Jembrana akan bersikap tegas menggantikan petugas KPPS atau pengaman TPS tersebut.
Selain itu , guna untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 saat pencoblosan nanti, KPU Jembrana juga sudah menyiapkan APD bagi petugas KPPS dan warga pemilih. Sejumlah yang disiapkan sesuai protokol kesehatan di antaranya alat pengukur suhu, sarung tangan, tempat cuci , masker , hand sanitizer, disinfektan, dan jaga jarak saat berada di TPS. (prm).
KPU Jembrana mewajibkan 4.480 petugas KPPS dan 1.280 petugas pengamanan TPS yang telah terpilih harus mengikuti rapid tes.
Tes rapid terhadap ribuan petugas KPPS tersebut dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 21 Nopember 2020 mendatang. Pelaksanaannya di masing masing puskesmas pada setiap kecamatan di Jembrana.
Salah satu Komisioner KPU Jembrana, I Made Widiastra saat meninjau pelaksanaan rapid tes di dua puskesmas kemarin mengatakan ribuan anggota KPPS dan pengaman TPS yang mengikuti rapid tes guna memastikan tak ada petugas KPPS dan pengaman TPS yang terjangkit Covid-19. Tak hanya itu dengan adanya rapid tes ini diharapkan tak ada keraguan bagi warga untuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember mendatang. Bahkan dengan rapid tes agar dapat menghindari adanya penularan Covid-19. " Saat ini, yang kita lakukan yakni, melaksanakan rapid tes terhadap petugas KPPS dan juga petugas yang terlibat lainnya. Intinya adalah untuk memastikan semua penyelenggara, kami dipastikan bebas dari covid 19. Kita ingin menjamin setiap penyelenggara itu sehat dan pemilih selamat nantinya dalam melaksanakan pemungutan maupun penghitungan suara di TPS," terangnya. Jika dalam rapid tes ada yang terbukti reaktif maka KPU Jembrana akan bersikap tegas menggantikan petugas KPPS atau pengaman TPS tersebut.
Selain itu , guna untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 saat pencoblosan nanti, KPU Jembrana juga sudah menyiapkan APD bagi petugas KPPS dan warga pemilih. Sejumlah yang disiapkan sesuai protokol kesehatan di antaranya alat pengukur suhu, sarung tangan, tempat cuci , masker , hand sanitizer, disinfektan, dan jaga jarak saat berada di TPS. (prm).










