DENPASAR-fajarbali.com | Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Data UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat menunjukkan terdapat 2.204 penderita hipertensi pada tahun 2023.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan upaya promotif dan preventif melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema "Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Hipertensi melalui Pelatihan di Kelurahan Padangsambian Tahun 2026."
Tim pengabdi terdiri atas tiga dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar, yaitu Ketua Pengabdi Ni Luh Putu Sri Erawati, S.Si.T., MPH, serta dua anggota, drg. Asep Arifin Senjaya, M.Kes. dan Ni Wayan Armini, SST., M.Keb.
Kegiatan ini juga didukung oleh tiga mahasiswa sebagai anggota pengabdi serta staf Kelurahan Padangsambian yang berperan aktif dalam koordinasi dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ketua Tim Sri Erawati menjelaskan, bahwa setiap tahun dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki kewajiban melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurut Sri Erawati, program tahun ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu melakukan skrining hipertensi secara mandiri sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer.










