Poltekkes Kemenkes Denpasar Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Padangsambian melalui Pelatihan Deteksi Dini Hipertensi

IMG-20260707-WA0022
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema "Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Hipertensi melalui Pelatihan di Kelurahan Padangsambian Tahun 2026."

DENPASAR-fajarbali.com | Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Data UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat menunjukkan terdapat 2.204 penderita hipertensi pada tahun 2023.

Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan upaya promotif dan preventif melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema "Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Hipertensi melalui Pelatihan di Kelurahan Padangsambian Tahun 2026."

Tim pengabdi terdiri atas tiga dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar, yaitu Ketua Pengabdi Ni Luh Putu Sri Erawati, S.Si.T., MPH, serta dua anggota, drg. Asep Arifin Senjaya, M.Kes. dan Ni Wayan Armini, SST., M.Keb.

Kegiatan ini juga didukung oleh tiga mahasiswa sebagai anggota pengabdi serta staf Kelurahan Padangsambian yang berperan aktif dalam koordinasi dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Ketua Tim Sri Erawati menjelaskan, bahwa setiap tahun dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki kewajiban melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurut Sri Erawati, program tahun ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu melakukan skrining hipertensi secara mandiri sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer.

"Melalui pelatihan ini diharapkan kader Posyandu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara benar, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan deteksi dini hipertensi secara berkelanjutan di Posyandu," jelas Sri Erawati.

Kelurahan Padangsambian merupakan salah satu wilayah kerja UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

BACA JUGA:  Minim Pendonor Selama Pandemi Covid-19, Stok Darah Mulai Menipis

Sebanyak 21 Posyandu aktif melaksanakan pelayanan setiap bulan sebagai bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) sejak Januari 2025.

Meskipun telah memiliki sarana dasar seperti timbangan bayi, timbangan dewasa, dan alat ukur tinggi badan, sebagian Posyandu masih menghadapi keterbatasan alat pengukur tekanan darah serta belum semua kader memiliki keterampilan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama April hingga Oktober 2026, dimulai dari tahap perizinan, persiapan, pelaksanaan pelatihan, implementasi hasil pelatihan di Posyandu, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan laporan akhir.

Pelatihan kader Posyandu dilaksanakan pada 5–6 Juni 2026 dengan diikuti 43 kader Posyandu dari Kelurahan Padangsambian. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar hipertensi, faktor risiko, pencegahan, teknik pengukuran tekanan darah sesuai standar, interpretasi hasil pemeriksaan, serta praktik langsung menggunakan tensimeter di bawah bimbingan tim pengabdi dan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pihak Kelurahan Padangsambian. Dalam sambutannya, perwakilan kelurahan menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Denpasar atas pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut.

Pelatihan dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi kader Posyandu sekaligus mendukung keberhasilan program transformasi kesehatan melalui penguatan layanan primer di tingkat masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, hingga praktik pengukuran tekanan darah secara berpasangan.

Tim pengabdi melakukan pendampingan secara langsung untuk memastikan setiap kader mampu melaksanakan prosedur pengukuran tekanan darah sesuai standar operasional.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada tanggal 14 dan 20 Juni 2026. Monitoring bertujuan menilai penerapan hasil pelatihan oleh kader saat memberikan pelayanan di Posyandu, sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi kader serta memberikan pendampingan dan umpan balik guna meningkatkan keterampilan pengukuran tekanan darah.

BACA JUGA:  Fit to Fly: Menjaga Kesehatan Sebelum Terbang

Pada tahap ini, tim pengabdi juga mengamati ketepatan prosedur pemeriksaan, penggunaan alat tensimeter, pencatatan hasil pengukuran, serta kemampuan kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan hipertensi.

Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader serta observasi keterampilan kader selama monitoring di lapangan.

Hasil evaluasi diharapkan menunjukkan peningkatan kompetensi kader sehingga mampu melaksanakan skrining hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan pada setiap kegiatan Posyandu.

Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan berbagai luaran, antara lain publikasi di sejumlah media cetak dan elektronik, artikel jurnal ilmiah dan pembelajaran berupa booklet Deteksi Dini Hipertensi yang telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap kader Posyandu semakin berdaya dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.

Deteksi dini hipertensi yang dilakukan secara rutin di Posyandu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah, mencegah komplikasi akibat hipertensi, serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang berkualitas di Kota Denpasar. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top