Elea Clinic Bali Hadirkan Layanan Estetika Berteknologi Canggih

IMG-20260629-WA0039
XERF, teknologi skin tightening dan lifting multifrequensi monopolar RF pertama dan satu-satunya di Bali, telah resmi diluncurkan secara eksklusif di Elea Clinic Bali. IST

DENPASAR-fajarbali.com | XERF, teknologi skin tightening dan lifting multifrequensi monopolar RF pertama dan satu-satunya di Bali, telah resmi diluncurkan secara eksklusif di Elea Clinic Bali. Perawatan inovatif ini menjanjikan pengencangan kulit tanpa jarum, tanpa nyeri, dan tanpa waktu pemulihan (downtime).

Kehadiran layanan tersebut juga sejalan dengan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis (medical tourism), khususnya di sektor estetika. Diyakini layanan ini mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menjalani perawatan estetika berstandar global.

Sebagai klinik pertama di Bali yang menghadirkan teknologi tersebut, Elea Clinic Bali menjadi pionir dalam menyediakan layanan skin tightening non-invasif berbasis teknologi terkini. Launching dilakukan Senin (29/6) di Elea Clinic, Denpasar.

Head Doctor Elea Clinic Bali, dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE., mengatakan tren anti-aging kini semakin berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penampilan.

"Pasien saat ini tidak hanya menginginkan hasil yang optimal, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan selama menjalani perawatan," kata Jesslyn.

Menurutnya, pasien mencari perawatan tanpa jarum, minim downtime, nyaman, dan tidak menyebabkan hilangnya lemak wajah. Itu yang sekarang banyak dicari pasien. Ia menilai meningkatnya permintaan terhadap layanan skin tightening menunjukkan bahwa pasar estetika di Bali masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

"Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha di sektor kesehatan dan estetika, terutama yang menyasar pasar wisatawan domestik maupun mancanegara," ujar Jesslyn.

Head of Aesthetics idsMED Indonesia Marisa Theresia, mengatakan tingginya minat terhadap teknologi estetika juga tercermin dari penerimaan pasar di kota lain.

Salah satu klinik pengguna pertama teknologi Xerf di Surabaya, katanya, telah melayani sekitar 500 tindakan perawatan dalam waktu tiga bulan sejak mulai beroperasi. Capaian itu menunjukkan bahwa permintaan terhadap perawatan skin tightening memang sedang tumbuh.

BACA JUGA:  Art & Bali 2026 Umumkan Line-Up Seniman untuk Pameran Seni Utama di Nuanu Creative City

Pada kesempatan yang sama, Vice President idsMED Aesthetics Indonesia Andy Rahardja, mengungkapkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan estetika mendorong pelaku usaha berani berinvestasi pada teknologi premium.

Bali dinilai menjadi salah satu pasar yang menjanjikan, tidak hanya karena permintaan dari masyarakat lokal, tetapi juga didukung besarnya potensi wisata medis (medical tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism).

Andy memaparkan hasil risetnya yang menunjukkan pasar estetika tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Pertumbuhan terbesar terjadi pada segmen skin tightening. "Itu sebabnya kami melihat investasi di teknologi ini memiliki prospek yang baik," jelas Andy.

Ia menambahkan Bali memiliki karakteristik pasar yang berbeda dibandingkan daerah lain. Selain melayani pasien domestik, Bali juga menjadi tujuan masyarakat mancanegara yang umumnya telah memiliki pengalaman menjalani perawatan estetika di negara asalnya.

"Mereka memiliki standar yang tinggi. Tidak hanya menginginkan hasil perawatan yang baik, tetapi juga mengutamakan kenyamanan, minim masa pemulihan, dan teknologi yang didukung bukti klinis," imbuh dia.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum menghadirkan teknologi premium ke Bali yaitu Xerf. Apalagi nilai investasi untuk satu unit alat Xerf mendekati Rp2 miliar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top