Hadirkan Mitra Baru dari Jepang, LPK Dharma Jembatani Karir Generasi Muda ke Jepang

IMG-20260623-WA0016
Proses seleksi calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Ibaraki, Jepang. Program ini merupakan kerja sama LPK Dharma dengan mintra baru yang secara khusus datang dari Negeri Sakura.

DENPASAR-fajarbali.com | Jepang menjadi salah satu negara tujuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengembangkan karir. Karenanya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Dharma kembali membuka peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda.

Selasa (23/6/2026), LPK Dharma, Denpasar, kedatangan perwakilan perusahaan dan Accepting Organization (lembaga penerima/Kumiiai) baru dari Jepang untuk melakukan proses seleksi wawancara langsung terhadap puluhan kandidat di Bali.

Direktur LPK Dharma Mega Devia In Baliani, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan mitra baru ini merupakan angkatan perdana yang berfokus pada bidang pengolahan daging.

"Hari ini kami mengundang perwakilan perusahaan dan mitra baru kami dari Jepang yang bertindak sebagai Accepting Organization untuk mewawancarai langsung kandidat-kandidat yang akan lulus nanti. Total ada 42 kandidat yang mengikuti seleksi, dan nantinya akan disaring menjadi 12 orang untuk ditempatkan di daerah Ibaraki, Jepang," ujar In Baliani.

Persyaratan Mudah dan Gaji Menjanjikan
Mega menjelaskan, LPK Dharma membuka pintu bagi peserta umum, tidak terbatas hanya pada siswa internal LPK Dharma saja, melainkan juga bekerja sama dengan beberapa LPK penyangga dari luar Bali, seperti Jawa dan Lombok.

Untuk program magang (Kenshuusei), kualifikasi yang dibutuhkan relatif ramah bagi lulusan baru (fresh graduate):
Minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun (untuk visa kerja/SSW bisa mencapai 35 tahun), pendidikan minimal lulusan SMA/SMK sederajat.

Kemampuan Bahasa: Menguasai kemampuan bahasa Jepang tingkat dasar.
Kandidat yang lolos nantinya akan dikontrak selama 3 tahun dengan tawaran gaji bersih yang cukup menjanjikan, yakni berkisar antara Rp18-20 juta per bulan.

Bagi kandidat yang dinyatakan lolos interview, LPK Dharma menerapkan transparansi biaya keberangkatan sebesar Rp37.500.000. Biaya tersebut bersifat "all-in", artinya seluruh komponen utama kebutuhan peserta sudah terpenuhi tanpa ada biaya tambahan tersembunyi.
Fasilitas yang didapatkan dari biaya tersebut meliputi:

BACA JUGA:  Badung Gelar Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksa Pajak Daerah, Hadirkan Pusdiklat Pajak Kementerian Keuangan

Medical check-up* (1 kali)
Pengurusan visa dan paspor
Biaya asrama dan pendidikan/diklat selama di Indonesia
Uang makan untuk peserta selama masa pelatihan

Untuk meringankan beban finansial peserta, LPK Dharma menyediakan sistem pembayaran yang fleksibel. Biaya keberangkatan tersebut dapat dicicil sebanyak dua kali. Selain itu, bagi peserta yang membutuhkan, LPK Dharma juga menyediakan program dana talangan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yaitu lembaga koperasi mitra.

Poin Seleksi dan Jaminan Keamanan Peserta

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional. Pihak perusahaan Jepang menitikberatkan penilaian pada kemampuan percakapan dasar, cara memperkenalkan diri, sikap/attitude, artikulasi pelafalan bahasa Jepang, serta ketegasan kandidat.

Selain itu, isi curriculum vitae (CV) dan angket kepribadian yang telah diisi siswa juga menjadi acuan penting.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai maraknya penipuan berkedok magang ke Jepang, Mega menegaskan bahwa LPK Dharma Mega Devia adalah lembaga yang aman dan kredibel. LPK Dharma telah resmi mengantongi izin sebagai *Sending Organization* (SO) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) yang dapat dicek langsung legalitasnya oleh masyarakat di internet.

Pihak LPK juga memberikan kepastian perlindungan penuh bagi para pekerja selama berada di luar negeri. Jika terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan yang memerlukan tindakan medis besar (misalnya operasi), seluruh proses penanganan akan diurus penuh oleh pihak Kumiiai dan biayanya ditanggung 100% oleh perusahaan Jepang.

Lebih lanjut, apabila pekerja mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya sama sekali tidak bisa melanjutkan pekerjaan, pekerja tersebut akan dipulangkan ke Indonesia dengan seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh pihak perusahaan.

Sejak tahun 2018, LPK Dharma telah memberangkatkan sekitar 450-an tenaga kerja yang tersebar di berbagai wilayah Jepang, seperti Ibaraki, Osaka, Kyoto, Fukuoka, hingga Sapporo. Bidang kerjanya pun beragam, mulai dari konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, pabrik nasi, hingga industri restoran.

BACA JUGA:  Bikers Adventure Camp Ajang Aktif Berkomunitas Honda Bali

Lebih lanjut, In Baliani memberikan informasi penting terkait adanya rencana perubahan regulasi dari Pemerintah Jepang pada tahun 2027 mendatang. Sistem magang konvensional (Kenshuusei) rencananya akan dihapus dan digantikan dengan sistem baru bernama Ikusei Shouro.

Perbedaan mendasar dari sistem baru ini adalah fleksibilitas bagi para pekerja. Jika pada sistem magang lama peserta tidak boleh pindah perusahaan selama 3 tahun kontrak, pada sistem Ikusei Shouro nantinya pekerja yang sudah menyelesaikan 1 tahun masa kerja diizinkan untuk mengajukan pindah perusahaan atau bidang kerja.

"Untuk sistem magang yang sekarang, pengiriman terakhir kami akan dilakukan pada September 2026. Setelah itu, di tahun 2027 kita akan beralih menggunakan regulasi baru sesuai aturan Pemerintah Jepang. Bagi anak-anak yang sudah telanjur berangkat dengan visa magang, mereka akan menyelesaikan dulu kontrak 3 tahunnya, dan proses transisi visanya nanti akan dibantu oleh lembaga penerima di Jepang," pungkas mega. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top