DENPASAR -fajarbali.com |Bali yang dulunya aman dan tentram kini dihantui rasa was-was akan maraknya aksi penusukan akibat pengaruh minuman keras (miras). Bahkan ada yang sudah jatuh korban hingga tewas.
Jika sebelumnya peristiwa penusukan ini menewaskan Kristoforus Loe Lae (23) pemuda asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), di salah satu kamar kos di Jalan Toya Ning 2, Desa Ungasan, Kuta Selatan, pada Rabu 20 Mei 2026 malam.
Kali ini kejadian serupa terjadi di kamar kos Jalan Gunung Lumut Gang Dahlia, Desa Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Rabu 20 Mei 2026 sekitar pukul 22.25 Wita. Dua orang pemuda yang awalnya mabuk mabukkan bersama temannya, tiba-tiba saja berkelahi hingga mengeluarkan pisau.
Peristiwa berdarah ini nyaris menewaskan pemuda asal Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yulius Dapa Yora (26). Korban mengalami luka tusuk di dada setelah berkelahi dengan temannya bernama Robert yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Sementara akibat luka tersebut, korban dirawat di RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Denpasar.
Menurut keterangan Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, keributan itu diawali dari aksi pesta miras arak oleh sejumlah penghuni kamar kos. Para pemuda ini gelar pesta miras di halaman kos.
"Mereka ini minum arak di halaman kos dan kemudian terjadi keributan antara korban dan pelaku (Robert, red), ungkap Kompol Wayan Adyani kepada awak media, pada Kamis 22 Mei 2026.
Sementara dari keterangan saksi, Marten Ngongo (40) dan Abdontius Doku Bani (23), sebelum keributan terjadi mereka bersama beberapa penghuni kos lainnya berkumpul sambil minum arak sejak pukul 21.00 WITA. Tapi situasi makin tak terkendali setelah korban dan pelaku ribut.
"Jadi, saat keributan terjadi, teman-temannya masih melanjutkan minum arak," ungkap saksi.
Insiden penusukan ini terungkap setelah salah seorang penghuni kos, Marten Awang (32) mendengar ada keributan di luar kamar kosnya. Saksi lantas keluar dan terkejut melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah. Saksi lantas mencari bantuan pecalang sekitar.
Beberapa saat, petugas pecalang datang ke lokasi dan membubarkan para penghuni kos yang masih pesta miras. Pecalang lalu menghubungi petugas medis PMI Kota Denpasar guna memeriksa kondisi korban sebelum dibawa ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Sementara aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Barat datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, olah TKP, serta memintai keterangan sejumlah saksi.
Di lokasi, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, sebilah pisau yang menusuk korban, serta beberapa kapas berisi bercak darah korban. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap korban.
“Pelaku masih dalam pengejaran, dan kasus ini masih diselidiki,” tandas Kompol Wayan Adnyani mengakhiri. R-005









