Dorong Penguatan Implementasi Gerakan Bali Bersih, Tim Kajian BRIN ke TPS3R Baktiseraga

smph

BULELENG-fajarbali.com | Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kajian ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, Kamis (16/4/2026) pagi. Kunjungan ini merupakan bagian dari kajian implementasi program Gerakan Bali Bersih Sampah yang tengah dilakukan di sejumlah titik di Bali.

Analis Kebijakan BRIN, Argo Nugroho, yang hadir bersama Periset BRIN menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk mengumpulkan data lapangan terkait pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Menurutnya, isu sampah di Bali memiliki tingkat urgensi yang tinggi, tidak hanya dari sisi kesehatan dan kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan sektor pariwisata serta citra Bali sebagai destinasi internasional.

“Bali memiliki tantangan yang lebih kompleks karena selain isu kesehatan dan kebersihan, juga menyangkut wajah global pariwisata. Oleh karena itu, pengelolaan sampah menjadi sangat krusial,” ujar Argo.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Buleleng dipilih sebagai salah satu lokasi kajian karena mewakili wilayah pesisir utara yang juga memiliki karakteristik pedesaan. Data yang dikumpulkan dari lokasi ini diharapkan dapat menjadi dasar analisis dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya normatif, tetapi juga implementatif dan tepat sasaran.

Sebelumnya, tim pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, pengelola TPS3R, serta pengelola pasar. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya peran sektor hulu dalam pengelolaan sampah, terutama dalam hal edukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Dalam kunjungannya ke TPS3R Desa Baktiseraga, pihaknya menilai bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut sudah berjalan cukup baik dan stabil, khususnya dalam pengolahan sampah organik. TPS3R setempat telah memanfaatkan teknologi pengolahan, termasuk penggunaan alat hibah untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

BACA JUGA:  Sekda Buleleng Minta Petugas Sensus Lebih Disiplin dan Berintegritas

“Kompos yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TPS3R, tetapi juga mampu memberikan tambahan insentif bagi para pekerja,” tambahnya.

Namun demikian, potensi pengembangan lebih lanjut, terutama dalam hal peningkatan kapasitas layanan. Perluasan cakupan wilayah atau peningkatan kapasitas fasilitas dinilai penting agar manfaat pengelolaan sampah dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Ke depan, diharapkan kontribusi dalam teknologi pengelolaan sampah, bekerja sama dengan instansi terkait di tingkat kabupaten seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Hal ini dinilai penting mengingat pengelolaan sampah membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari anggaran, sumber daya manusia, hingga teknologi,”tuturnya lagi.

Melalui kajian ini, BRIN berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan dapat diterapkan secara efektif oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung terwujudnya Bali yang bersih dan berkelanjutan. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top