MANGUPURA -fajarbali.com |Dua orang waria diduga marah dan mendorong seorang turis asal Italia inisial AM (44) dari atas jembatan Patih Jelantik, Legian, Kuta, pada Sabtu 7 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 Wita. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian jidat, patah tangan kiri, hidung mengeluarkan darah, bibir lebam, serta lecet pada dada kiri dan pinggul kiri.
Parahnya, akibat jatuh dari ketinggian tersebut, korban juga mengalami pendarahan di bagian tempurung kepala sebelah kiri. Saat ini, korban sudah dievakuasi ke BIMC Hospital Kuta untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Terungkapnya keberadaan korban di bawah jembatan Patih Jelantik, setelah anggota Linmas Legian menerima laporan dari masyarakat adanya WNA yang terjatuh ke dasar sungai. Anggota Linmas langsung bergerak menuju lokasi.
Setiba di jembatan, petugas menemukan kerumunan warga yang menyaksikan korban terkapar di bawah sungai. Selain itu, sebuah mobil ambulans sudah bersiap mengevakuasi korban.
"Korban kemudian dievakuasi dari dasar sungai dan dilarikan ke BIMC Hospital Kuta," beber sumber, pada Senin 9 Maret 2026.
Dijelaskan sumber, sebelum penemuan itu korban sempat terlibat cekcok adu mulut dengan dua orang waria di atas jembatan. Usai adu mulut, korban lantas diseret dan didorong ke sungai.
"Kata warga, korban sempat adu mulut dengan dua orang waria. Dalam keributan itu korban diduga diseret dan didorong hingga jatuh ke sungai,” ujar sumber.
Setelah melempar korban dari atas jembatan, dua orang waria tersebut pergi meninggalkan lokasi. Sementara itu, salah seorang ojek online (ojol) yang melintas langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Sumber menyebutkan, sejauh ini korban masih menjalani perawatan intensif di BIMC Hospital Kuta dan belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum stabil.
Terkait kejadian ini, ihak kepolisian dari Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi kejadian dan mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dihubungi terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adhi Saputra Jaya mengaku belum menerima informasi terkait laporan tersebut. “Belum terima informasinya, coba saya cek dulu," ujarnya, pada Senin 9 Maret 2026. R-005










