KKN Unwar di Kerambitan Fokus Pengelolaan Sampah: Dukung Pergub 47/2019 dan SDGs

IMG-20260308-WA0007
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) yang ditugaskan mengabdi di Desa/Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, berfokus pada kegiatan peningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.

TABANAN-fajarbali.com | Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) yang ditugaskan mengabdi di Desa/Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, berfokus pada kegiatan peningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.

Sosialisasi secara masif dan berkesinambungan terus dilakukan mengusung tema “Organik Cerdas, Lingkungan Berkualitas”.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) I Wayan Werasmana Sancaya, SH., MH., menjelaskan, kegiatan ini berfokus pada edukasi pengelolaan sampah organik basah agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh masyarakat desa, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang menjadi peserta utama dalam kegiatan edukasi pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Yang tak kalah penting, lanjut Werasmana, program ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga," jelasnya.

"Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga tetapi juga dapat mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” imbuh Werasmana.

Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) atau SDGs nomor 11, yaitu mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, diharapkan tercipta lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi mengenai jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, serta praktik sederhana pengolahan sampah organik basah menjadi pupuk organik cair.

BACA JUGA:  Sekolah Lansia: Ruang Tumbuh untuk Lansia Mandiri dan Produktif

Para peserta, khususnya ibu-ibu rumah tangga, juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah di lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi program rintisan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Kerambitan terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.

Dengan adanya edukasi dan praktik langsung, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri di rumah tangga.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di Desa Kerambitan.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Program ini mendapat sambutan hangat dari Perbekel Kerambitan. Perbekel dan masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan program edukatif bagi masyarakat desa.

Peebekel Kerambitan berpendapat, pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top