AMLAPURA-fajarbali.com | Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar (FKG Unmas) Denpasar, Kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui bakti sosial (baksos) kolaborasi dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan pada 16 dan 17 Mei 2025, lalu.
Kegiatan ini bertempat di desa Menanga kecamatan Rendang kabupaten Karangasem Bali. Baksis ini bertujuan untuk meningkatkan derajat Kesehatan gigi dan mulut, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan ketrampilan klinis di tengah masyarakat dengan pendampingan dosen.
Studi awal merupakan langkah pertama untuk mengetahui tentang kondisi derajat kesehatan gigi dan mulut di desa menanga adalah melakukan observasi lapangan, yaitu kunjungan balai banjar untuk melihat langsung kondisi kebersihan gigi dan mulut masyarakat.
Pada kesempatan itu juga mahasiswa membagikan kuesioner sederhana yang singkat kepada siswa, orang tua, dan masyarakat mengenai frekuensi menyikat gigi, pola makan manis, serta kebiasaan memeriksakan gigi.
Diskusi dengan kader posyandu juga dilakukan dengan menanyakan kasus anak dengan gigi berlubang, keluhan gusi bengkak, atau sakit gigi yang sering mereka jumpai. Panitia juga berkoordinasi dengan Puskesmas Rendang untuk mengakses data kesehatan gigi masyarakat yang sudah tercatat, termasuk prevalensi karies anak sekolah dasar.
Metode dalam pelaksanaan PkM di Desa Menanga meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap penjajakan lokasi dan mitra, tahap sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, tahap evaluasi dan tahap penguatan.
Tahap penjajakan dilakukan dengan menemui perbekel/kepala Desa Menanga untuk menanyakan kesediaan untuk bermitra dan menanyakan apakah sudah pernah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sebelum nya di Desa Menanga serta perkiraan mengenai tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat Menanga mengenai kesehatan gigi dan mulut.
Tahap sosialisasi kepada masyarakat dilakukan pada Bulan April 2025 setelah penjajakan kepada perbekel Desa Menanga.
Tahap sosialisasi kepada masyarakat dibantu oleh mahasiswa FKG Unmas dan juga oleh perbekel serta apparat Desa Menanga. Pembuatan spanduk dan dipasang pada kantor Desa Menanga juga dilakukan sebagai salah satu cara sosialisasi kegiatan.
Tahap Pelaksanaan yaitu kegiatan dilakukan pada tanggal 16 - 17 Mei 2025 di wilayah Desa Menanga. Pelaksanaan kegiatan diawali Penyuluhan Masyarakat. Setelah itu diadakan pemeriksaan. Tahap ini diawali dengan pemeriksaan dan screening yang dilakukan dimeja pelayanan 1.
Tindakan dilakukan oleh dokter gigi yang merupakan dosen FKG Unmas dan mahasiswa program profesi. Pasien dengan kasus gigi berlubang maka diarahkan ke meja 2.
Pada meja ini telah disiapkan alat dan bahan yang dipergunakan untuk melakukan perawatan. Tindakan yang dilakukan di balai Banjar Menanga jumlah masyarakat yang dilakukan tindakan sebanyak 37 pasiendengan kasus penambalan sebanyak 5 pasien.
Kasus gigi berlubang yang memerlukan perawatan saluran akar sebanyak 15 kasus. Kebanyakan kasus pada masyrakat gigi sudah berlubang mencapai saraf gigi sehingga perlu dilakukanperawatan gigi lebih lanjut untuk mempertahankan gigi tetap dalam rongga mulut.
Kegiatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) dilakukan pada masyarakat yang hadir serta kader posyandu. Tujuan dari promosi Kesehatan ini adalah membentuk kebiasaan sehari sehari dalam menjaga Kesehatan gigi dan mulut.
Kolaborasi lintas sektor, pelibatan kader kesehatan secara aktif, dan promosi kesehatan berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam mengatasi permasalahan gigi berlubang dan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa secara menyeluruh. (rel)











