Mahasiswa RPL Teknik Sipil FST UNR Rampungkan KKN, Buat 2 Sumur Resapan dan 1 Teba Modern

IMG-20250830-WA0002
Penutupan KKN "Penerapan Sumur Resapan dan Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan di Lingkungan FST UNR".

DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 24 mahasiswa Prodi Teknik Sipil jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ngurah Rai (FST-UNR), merampungkan masa studi sarjana ditandai dengan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di kampus setempat, Jumat (29/8/2025).

Mahasiswa lanjutan dari Diploma III Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) ini, berhasil membangun dua sumur resapan dan satu teba modern di areal FST UNR.

Dekan FST UNR Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, ST., MT.,IPM., ASEAN. Eng, menyebut, KKN bagi mahasiswa RPL dirancang di areal fakultas sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Terlebih teba modern merupakan wujud dukungan fakultas terhadap program pemerintah terkait pengolahan sampah organik berbasis sumber.

Demikian pula sumur resapan memang manjadi kebutuhan mendesak di areal FST UNR. "Setiap musim hujan, air selalu tergenang. Sakarang tidak ada lagi cerita itu. Sudah ada sumur resapan," kata Doddy, didampingi Wakil Dekan Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, S.T., M.T., IPM., Kaprodi Teknik Sipil, Ir. Tri Hayatining Pamungkas, S.T., M.T., dan Kaprodi Arsitektur Made Ratna Witari, ST., M.Ars.

Akreditasi Uggul Prodi Sipil 

Mereka akan mengikuti Yudisium hari ini, Sabtu (30/8/2025) serta wisuda Oktober mendatang. Dalam ijazahnya akan terpampang label "Unggul". Seiring diterimanya SK dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Tek) 14 Agustus 2025 lalu, berlaku hingga 5 tahun ke depan. 

Sedangkan Prodi Arsitektur, sedang menuju ke arah yang sama. Saat ini, Arsitektur terakreditasi peringkat Baik Sekali. 

Siraman, Tradisi Sakral

Seluruh lulusan FST UNR periode ini dari Prodi Teknik Sipil 43 orang, Arsitek 20 orang dan Profesi Insinyur 14 orang, mengikuti tradisi sakral siraman air tiga warna. Baju putih mereka pun dipenuhi tandatangan seluruh dosen sebagai kenang-kenangan.

BACA JUGA:  Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards dari Astra Perluas Dampak Berkelanjutan di Pedesaan

Doddy menyebut siraman air tiga warna ini momenum sakral sebelum mereka dilepas dan memulai kehidupan yang sebenarnya di tengah masyarakat. 

Dekan menegaskan tidak ada lulusannya yang menganggur. Bahkan telah bekerja semasih kuliah. Hal ini juga menjadi evaluasinya, agar ke depan tidak ada lagi mahasiswa yang lulus lebih dari 5 tahun karena alasan bekerja. 

"Karena kami sudah unggul, maka salah satu target kami di waktu studi mahasiswa harus tepat waktu," pungkasnya.

Scroll to Top