
Calon Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat menerima para pedagang Pasar Anyar Singaraja saat mesadu
BULELENG-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Rumah pemenangan JOSS 24 yang juga dimanfaatkan sebagai tempat ‘Mesadu’ sepertinya dimanfaatkan oleh para pedagang yang ada di Pasar Anyar Singaraja. Dimana ratusan para pedagang mendatangi rumah pemenangan JOSS 24 untuk ‘mesadukan’ persoalan pengutan yang terjadi di Pasar Anyar Buleleng, Rabu (02/10/2024) malam.
Kedatangan para pedagang mengakui kalau pungutan yang ada di Pasar Aanyar sangat tidak manusiawi, dimana para pedagang dikenakan pungutan sebesar Rp 5000 rupiah setiap pagi dan Rp5000 rupiah setiap siang hari. Bahkan yang menjadi tidak terima oleh para pedagang dimana saat para pedagang libur berjualan namun untuk restribusi tetap berjalan.”Kami di pedagang sudah dikenakan pungutan pagi dan siang sangat memberatkan kami para pedagang. Yang menjadi aneh kalau kami libur tetap dikenkan restribusi. Sekarang saya tidak jualan besok kami dipungut dobel,”ucap salah satu pedagang Gede Pasek yang mengaku berasal dari Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng.
Menurut Pasek tujuan para pedagang datang ke Posko Pemenangan JOSS 24 yakni ingin menyampaikan aspirasi terkait istilah yang ada di Pasar Anyar Buleleng jualan tidak jualan harus dikenakan restribusi.”Dimana kalau menurut bahasa Bali ‘sing ngekeh sing makan’ artinya kalau kita tidak bekerja tentunya tidak makan. Kita tidak jualan saja bisa tidak makan satu keluarga dan sekarang kami tidak jualan tetap dikenakan restribusi. Makan saja kami tidak apalagi kami bayar restribusi kan sangat aneh dimana kebijakan pemerintah,”ucap pasek dengan menggerutu.










