FAMI 2023 Ajang Cetak Mahasiswa Kritis. Hasilkan Berbagai Rekomendasi untuk Pemerintah

fami 1

FOTO: FAMI 2023 yang digelar BEM Fishum UNR.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ngurah Rai (Fishum UNR) mengadakan pertemuan Forum Administrator Muda Indonesia (FAMI) se-Bali, yang berasal dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, bertempat di Kampus UNR, 24-25 November 2023.

Delegasi mahasiswa yang hadir, di antaranya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana (Fisip Unud), Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Pendidikan Nasional (Fishum Undiknas), Universitas Panji Sakti (Unipas), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Margarana dan Fishum UNR.

Ketua Panitia kegiatan, Galuh Clara Natasya Putri Buchory, menjelaskan, pertemuan FAMI bertujuan mewadahi kajian-kajian dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Bali sebagai rekomendasi dan masukan ke pemerintah daerah.

Setiap delegasi, lanjut Clara, mempresentasikan hasil penelitiannya, kemudian dibahas dalam sidang. Ini membuktikan, peran mahasiswa sangat diperlukan untuk menciptakan pelayanan publik yang baik.

"Forum ini sangat bagus untuk menjaga kekritisan mahasiswa," jelas Clara, seraya menyebut tema FAMI 2023, yakni "Transformasi Paradigma Admistrasi Publik dalam Tantangan Isu Global 5.0".

Delegasi Fisip Unud menyuguhkan materi penelitian "Collaborative Governance Berbasis Transformasi Digital melalui Program Taring Dukcapil di Disdukcapil Kota Denpasar".

Mereka berpandangan, keberhasilan dari program Taring Dukcapil yang merupakan transformasi pelayanan konvesional menjadi pelayanan digital tidak lepas dari konsep collaborative governance yang dilaksanakan Disdukcapil Kota Denpasar.

Keberhasilan tersebut kemudian dijabarkan dengan beberapa indikator dari teori collaborative governance oleh Ansell & Gash (2008), yaitu: Kondisi awal, terjadinya pendemi Covid-19 menjadi alasan utama dibentuknya program Taring Dukcapil di Disdukcapil Kota Denpasar yang didukung oleh sumber daya keuangan, manusia, metode, dan material.

BACA JUGA:  Orangtua Tak Lulus SD, Pria 29 Tahun Ini Berhasil Raih Gelar Doktor

Kemudian, desain kelembagaan, yaitu adanya regulasi atau mekanisme program Taring Dukcapil beserta kolaborasinya. Berikutnya, Kepemimpinan, yaitu adanya program Taring Dukcapil merupakan prakarsa dari pimpinan Disdukcapil Kota Denpasar.

"Proses kolaboratif, yaitu adanya dialog tatap muka antara Disdukcapil Kota Denpasar dengan PT. Gojek dan Grab sampai akhirnya mencapai kesepakatan untuk melakukan kolaborasi," jelas delegasi Fisip Unud.

Delegasi Fishum Undiknas, membawakan penelitian “New Public Service: Efektivitas E-Government Di Era 5.0 Dalam Pengaplikasian Teman Bus, Bali”. Peneliti menyimpulkan keefektivitasan aplikasi Teman Bus kurang efektif dalam hal pelayanan, Seperti sistem pembayaran dan real time kedatangan.

"Hal itu menjadikan masyarkat enggan menggunakan aplikasi Teman Bus dan seharunya perkembangan teknologi mempermudah masyarakat dalam hal mendapatkan pelayanan," kata peneliti Undiknas.

Sementara Delegasi Unipas Singaraja, membawakan penelitian "Kolaborasi Pemerintah Kecamatan dengan Disdukcapil dalam Pengimplementasian e-KTP".

Menurut peneliti Unipas, e-KTP adalah dokumen elektronik yang berisi data pribadi penduduk yang  membuat sistem keamanan baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi.

Untuk mendukung pemerataan pengaksesan dalam perekaman e-KTP harus terjalin sebuah kerjasama dimana dalam hal tersebut terdapat pembagian tugas. Antara pihak Disdukcapil dengan Pemerintah Kecamatan menjalin kerjasama dalam hal perekaman dan pencetakan e-KTP.

Disdukcapil menjadi fasilitator yang memberikan fasilitas berupa alat perekaman dan seorang operator. Dengan hal ini akan menciptakan pemerataan dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

Dalam e-KTP sendiri terdapat chip yang menyimpan data pribadi penduduk yang tidak dapat di curi oleh orang lain karena berupa sidik jari, iris mata dan tanda tangan. 

"Dengan kemajuan teknologi masyarakat harus waspada akan bahaya yang mengincar, seperti cyber crime atau kejahatan di dunia maya. Jaga data pribadi agar tidak tersebar luas sehinggamembuat peluang orang untuk melakukan kejahatan atas nama pribadi," saran peneliti.

BACA JUGA:  Peduli Panti Asuhan, Dosen Prodi TIP FTP Unud Berikan Pelatihan Produksi Lulur dan Krim Scrub

Degalasi UNR menyajikan penelitian "Efektivitas Bank Sampah sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah dalam Mencapai Smart Village di Desa Petang tahun 2022".

Dalam penelitian ini, menggunakan tiga indikator untuk mengukur efektivitas bank sampah. Pertama, menurut peneliti, sampah yang diolah di TPS 3R dijadikan pupuk kompos. Kedua, mesin pengolahan sampah yang dipergunakan oleh TPS 3R Desa Petang merupakan sumbangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung. Sampah untuk olahan pupuk kompos selain berasal dari masyarakat Desa Petang juga berasal dari luar Desa Petang.

Ketiga, TPS 3R Petang merupakan usaha milik pemerintah Desa Petang yang berada di bawah pengawasan Bumdes Surya Sedana Sejahtera Desa Petang. Sehingga seluruh kegiatannya sudah terkelola dengan baik dan terkoordinasi karena sumber pendanaan dari TPS 3R Desa Petang adalah dari APBDes Petang. 

Sedangkan Delegasi dari STISIP Margarana menyajikan penelitian berjudul "Peran Penyuluh Pertanian dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Subak Abian di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan".

Kesimpulannya; penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani telah menjalankan 7 tugas pokok, tiga di antaranya yang paling penting yaitu penyuluh pertanian sebagai pembimbing, inovator dan motivator dengan sangat baik.

Peran penyuluh pertanian lapangan telah berjalan sesuai dengan program kerja dimasing-masing subak abian di wilayah binaanya;  Peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Pupuan berjalan dengan baik meskipun tenaga penyuluh hanya 4 orang, dan untuk mencapai hasil maksimal idealnya penyuluh adalah satu desa satu orang penyuluh.

Setelah paparan hasil penelitian, dilanjutkan dengan Lalu dilanjutkan sidang pleno 1 dan pleno 2 dipimpin oleh sekjen 2023 bersama presedium 1 presedium 2 dan presedium 3 yaitu:

Presedium 1 : Ni Made Pitri Rahayu

Presesium 2 : Ini Kadek Ariani 

BACA JUGA:  Semangat Puputan Menggema di "Kampus Perjuangan"

Presesium 3 : Moh. Guntur Candra Adyeno.

"Sidang pleno 1 membahas tentang tata struktur aturan sidang penggunaan bahasa peringatan dan sanksi petujuk pelaksanaan FAMI. Sidang  pleno 2 membahas penetapan tuan rumah yang diselenggarakan di Universitas Panji Sakti, Singaraja dan dengan tema yang sudah disetujui forum “Strategi Pengembangan paradigme Good Governance dalam Tata pemanggunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2024," jelas Clara.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan dua narasumber,  Dr. Gede Wirata, S.Sos, SH (Wakil Rektor III Universitas Ngurah Rai) dan I Nyoman Alit Badrika, S.Sos, MAP., akademisi STISIP Margarana.

Scroll to Top