GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com l Setelah berhasil mengembangkan sekitar 600 hektar tanaman padi organik, kini Gianyar mulai mengembangkan sayur Kol organik. Bantuan bibit Kol organik ini dari Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI tahun 2021.
Kepala Dinas Pertanian, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Suarta, Rabu (4/8/2021) kemarin mengungkapkan, Gianyar mendapat pengembangan sayur kol seluas 10 ha. "Sasaran di Kelompok Tani Subak Abian Giri Amerta, Banjar Pilan, Desa Kerta Gianyar. Untuk pengembangan kol ini dilakukan seluruh anggota kelompok, namun luas sesuai kemampuan para petani," jelas Wayan Suarta.
Diungkapkan lagi, di Bali hanya Gianyar dan Klungkung dapat program ini. Gianyar mendapat pengembangan sayur daun, jenis tanaman kol 10 ha, sedangkan di Klungkung pengemabgan di Banjarangkan dengan komoditas sayur lain.
Saat ini, yang sudah terealisasi baru benih saja sebanyak 60 saset. Sedangkan pupuk dan pestisida akan menyusul. "Mudah-mudahan tidak ada hambatan," harapnya.i Dijelaskan, program pengembangan sayur daun ini dilaksanakan dengan sistem organik. Hal ini diharapkan agar produksi yang dihasilkan nanti benar- benar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. "Karena itu, pupuk dan pestisida mengunakan pupuk dan pestisida ramah lingkungan," cetusnya.
BACA JUGA :
Proyek Lampu Hias Berlanjut Sekitar Kota Berlanjut, Tender Sedang Berlangsung, Desember 2021 Tuntas
PPKM Kembali Diperpanjang, Diharapkan Ada Solusi untuk Pemulihan Ekonomi
Ditambahkan Suarta, keberhasilan Kelompok Tani Subak Giri Amerta, Banjar Pilan, ini akan menjadi permulaan rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gianyar menjadikan Desa Kerta sebagai "Kampung Sayur". Dengan menjadi kampung sayur, segala program pengembangan sayur di Kabupaten Gianyar ke depan akan diprioritaskan di Desa Kerta. Ini akan memberi keuntungan bagi para petani di desa tersebut. Untuk itu, diharapkan program pengembangan 10 ha sayuran kol ini berhasil baik. Karenanya petani harus serius mengikuti petunjuk teknis program dan mengimplementasikan di lapangan dengan sebaik- baiknya.
Sesungguhnya tahapan program sudah mulai sebelumnya. Namun karena Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, menyebabkan pelaksanaannya mengalami gangguan pengiriman benih dari pusat, sehingga sedikit terlambat. "Segala sarana produksi dilaksanakan oleh Dirjen Hortikultura dan Dinas Pertanian Provinsi Bali. Kami hanya melaksanakan di lapangan sesuai petunjuk teknis program," ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan, Dirjen Hortikultura, Kentmenterian Pertanian RI bersama Pemkab Gianyar juga akan menjadikan Desa Taro sebagai "Kampung Buah". Hal ini juga karena melihat karakteristik desa, yang cocok untuk pengembangan jenis buah- buahan.(sar)
Kepala Dinas Pertanian, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Suarta, Rabu (4/8/2021) kemarin mengungkapkan, Gianyar mendapat pengembangan sayur kol seluas 10 ha. "Sasaran di Kelompok Tani Subak Abian Giri Amerta, Banjar Pilan, Desa Kerta Gianyar. Untuk pengembangan kol ini dilakukan seluruh anggota kelompok, namun luas sesuai kemampuan para petani," jelas Wayan Suarta.
Diungkapkan lagi, di Bali hanya Gianyar dan Klungkung dapat program ini. Gianyar mendapat pengembangan sayur daun, jenis tanaman kol 10 ha, sedangkan di Klungkung pengemabgan di Banjarangkan dengan komoditas sayur lain.
Saat ini, yang sudah terealisasi baru benih saja sebanyak 60 saset. Sedangkan pupuk dan pestisida akan menyusul. "Mudah-mudahan tidak ada hambatan," harapnya.i Dijelaskan, program pengembangan sayur daun ini dilaksanakan dengan sistem organik. Hal ini diharapkan agar produksi yang dihasilkan nanti benar- benar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. "Karena itu, pupuk dan pestisida mengunakan pupuk dan pestisida ramah lingkungan," cetusnya.
BACA JUGA :
Proyek Lampu Hias Berlanjut Sekitar Kota Berlanjut, Tender Sedang Berlangsung, Desember 2021 Tuntas
PPKM Kembali Diperpanjang, Diharapkan Ada Solusi untuk Pemulihan Ekonomi
Ditambahkan Suarta, keberhasilan Kelompok Tani Subak Giri Amerta, Banjar Pilan, ini akan menjadi permulaan rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gianyar menjadikan Desa Kerta sebagai "Kampung Sayur". Dengan menjadi kampung sayur, segala program pengembangan sayur di Kabupaten Gianyar ke depan akan diprioritaskan di Desa Kerta. Ini akan memberi keuntungan bagi para petani di desa tersebut. Untuk itu, diharapkan program pengembangan 10 ha sayuran kol ini berhasil baik. Karenanya petani harus serius mengikuti petunjuk teknis program dan mengimplementasikan di lapangan dengan sebaik- baiknya.
Sesungguhnya tahapan program sudah mulai sebelumnya. Namun karena Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, menyebabkan pelaksanaannya mengalami gangguan pengiriman benih dari pusat, sehingga sedikit terlambat. "Segala sarana produksi dilaksanakan oleh Dirjen Hortikultura dan Dinas Pertanian Provinsi Bali. Kami hanya melaksanakan di lapangan sesuai petunjuk teknis program," ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan, Dirjen Hortikultura, Kentmenterian Pertanian RI bersama Pemkab Gianyar juga akan menjadikan Desa Taro sebagai "Kampung Buah". Hal ini juga karena melihat karakteristik desa, yang cocok untuk pengembangan jenis buah- buahan.(sar)










