Hanya saja, Parta sudah menaruh curiga, karena kelangkaan bukan terjadi karena distributor libur, justru karena dioplos. Yang pada akhirnya, dirinya mendapat kabar bahwa Kodim Gianyar melakukan penggerebekan pengoplosan gas di Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Gianyar. “Saya apresiasi Kodim 1616/Gianyar yang telah menggerebek pengoplosan. Saya harap Kodim yang lain juga melakukan langkah yang sama di seluruh Bali,” harap Parta. 

Yang paling disayangkan Parta adalah adalah usaha nomini, usaha orang asing yang meminjam nama warga lokal. “Ini jelas ilegal. Karena investasi asing yang masuk ada ketentuan seperti minimal investasi Rp 10 miliar. Kondisi tersebut akan merusak sistem perekonomian, apalagi investasi ilegal ini tidak membayar pajak dan tidak sesuai dengan kebijakan investasi nasional. ” Ini harus diberantas, ada banyak pihak yang bisa dilibatkan mulai dari imigrasi, kejaksaan, kepolisian termasuk badan penanaman modal pusat sampai ke daerah,” tegas Parta.

Nyoman Parta menyampaikan bahwa  pelaku usaha harus haus akan ilmu baru dan dunia branding, terlebih ketika ingin produknya memiliki nilai lebih dan naik kelas. “Jangan bermental cukup, harus terus belajar dan adaptasi dengan perkembangan zaman, seperti sekarang sudah hadir banyak marketplace untuk memudahkan berjualan, maka harus dimanfaatkan dengan baik, maka UMKM harus bisa menguasai hal dasar seperti foto produk dan story telling product,”  ajak Nyoman Parta.