Dukung Maybank Marathon, UPT Keswan Gianyar Eliminasi Selektif Anjing Liar
“Kami tidak ingin peserta Marathon menjadi korban yang nantinya memperburuk citra Bali terhadap penanganan anjing, baik yang dengan pemilik dan yang lepas liar,” ujarnya.
“Kami tidak ingin peserta Marathon menjadi korban yang nantinya memperburuk citra Bali terhadap penanganan anjing, baik yang dengan pemilik dan yang lepas liar,” ujarnya.
Dikatakan, sampai akhir tahun 2022 lalu, di Kabupaten Gianyar hanya 16 desa saja yang termasuk zona merah rabies, “Kini ada penambahan lagi 9 desa. Tentu kemungkinan bisa bertambah, kalau kesadaran warga tentang peliharaan tidak meningkat,” tegasnya.
Dikatakannya, dirinya tidak mengetahui asal usul rabies tersebut. “Karena pernah dilepaa liar saat ddi sawah, mungkin saja kena rabies di persawahan tersebut,” ujarnya. Langkah yang diambil adalah vaksinasi anjing dan steril anjing di Banjar Banda.
Ini anjing yang positif kan berkeliaran, jadi untuk menyelamatkan masyarakat satu-satunya cara harus dielimiasi, karena obat rabies juga belum ada,” ujarnya.
Dijelaskan, point dari perarem; bila anjing peliharaan menggigit warga, maka pemilik anjing wajib mengobati sampai sembuh, dan bila meninggal pemilik anjing wajib mengupacarai sampai selesai. Anjing peliharaan juga diberi kalung, dan tidak keluar pekarangan, bila tidak berkalung, maka dianggap anjing liar.