Selama Status Gunung Agung, PAD Karangasem Merost Hampir Rp 20 Miliar

Meningkatnya aktivitas Gunung Agung, Selat, Karangasem membuat ratusan ribu masyarakat harus berada di pengungsian. Tidak itu saja, status GA yang sempat berada pada level IV (awas) juga membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem mengalami kerugian yang cukup fantastis. Selama dua bulan ini, PAD Karangasem merosot hampir Rp 20 miliar.

 

AMLAPURA-fajarbali.com | Kepala Badan Keuangan,Dan Arsip Daerah (BKAD) I Nengah Mindra, Rabu (15/11/2017) mengatakan, pendapatan paling banyak mengalami penurunan ada di sektor pajak galian C bukan logam. Bahkan, penurunannya hampir 70 persen mengingat selama dua bulan tidak ada aktivitas di lokasi-lokasi penggalian.

”Paling tinggi dari sektor galian C, kalau angkanya tidak hafal, tapi kisarannya hampir 70 persen,” ujar Mindra yang ditemui seusai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPRD Karangasem.

Selain dari sektor pajak, penurunan juga terjadi pada sektor retribusi daerah yang terdiri dari pajak hotel dan restoran, Pajak Bumi dan Bangunan, LPJ maupun dari sektor galian C. Mindra juga mengatakan, menurunya pendapatan dari pajak maupun retribusi daerah juga berimbas pada menurunya target PAD Karangasem yang tertuang dalam APBD Perubahan.

Dari target Rp 180 miliar, pihaknya pun menurunkan target realisasi menjadi Rp 160 miliar. “Target PAD juga kita turunkan, mengingat situasi perekonomian Karangasem belum pulih,” ujar Mindra.

Birokrat asal Dusun Waringin,Desa Pempatan, Kecamatan Rendang ini juga mengatakan, beberapa pendapatan seperti dari PBB sementara waktu pembayaranya masih bisa ditangguhkan. Namun, untuk kedepan pihaknya pun tetap akan menagihnya. “Kalau PBB sementara kita tanggguhkan, namun tetap kita akan tagih,” ujarnya lagi.

Mengingat penurunan PAD perubahan ini, pihaknya pun melakukan rasionalisasi pada sejumlah kegiatan,baik di eksekutif maupun di legislative. Penurunan belanja daerah diharapkan dapat menghemat pengeluaran Pemkab Karangasem. Selain belanja daerah, pihaknya pun harus menunda pekerjaan yang tidak urgent. “Situasianya seperti ini, kami pun harus menghemat pengeluaran,” pungkasnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Begini Cara Wayan Kembar Bisa Lolos ke Banyuwangi

Kam Nov 16 , 2017
Menjelang dua hari ditangkapnya Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar berhasil menangkap kakak kandungnya, I Wayan Sunada alias Wayan Kembar, di Desa Kediri Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017) dini hari. Sama halnya dengan Mang Jangol, Wayan Kembar ditangkap tanpa perlawanan.