JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Koalisi Jembrana Maju (KJM) masih terus menggodok calon yang akan diusung pada Pilkada Jembrana 2020. Kendati Partai Golkar telah memberikan rekomendasi kepada Pasangan Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat) namun masih belum dikatakan final. Pasalnya, masih menunggu rekomendasi dari partai lainnya.

Koordinator KJM Made Suardana saat ditemui di Ruang Fraksi Partai Golkar Bali DPRD Bali, Senin (20/07/2020) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima bukti fisik terkait rekomendasi DPP Partai Golkar. “Sampai saat ini kami masih belum menerima (bukti fisik rekomendasi) secara tertulis, jadi secara lisan. Saya sudah menanyakan ke DPD I, masih ada persyaratan lain yang belum dilengkapi oleh calon. Seperti rasa tanggungjawab dan kepastian,” katanya. Kendati demikian, dirinya optimis dalam beberapa hari lagi rekomendasi akan diterbitkan. Termasuk rekomendasi dari Partai Demokrat sebagai penguat pencalonan Tamba-Ipat. “Mudah-mudahan tanggal 25 (Juli) ini sudah turun rekomendasi dari Partai Demokrat,” harapnya.

Menurutnya, rekomendasi dari Partai Demokrat dirasa sangat penting bagi KJM. Dengan adanya dua rekomendasi akan menguatkan hasil dari survey yang telah dilakukan oleh koalisi. Begitu juga dengan partai lain seperti Gerindra dan PPP akan menjadi acuan dalam mengeluarkan rekomendasi. Sehingga, saat ini KJM hanya membutuhkan satu rekomendasi lagi dari partai lain untuk mensosialisasikan serta kepastian dalam mengusung Pasangan Tamba-Ipat sebagai calon.

KJM juga telah menyiapkan rencana lain apabila terkendala dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh masing-masing partai. Opsi pertama yakni dengan mengusung Pasangan Calon (Paslon) terbaik, dalam artian mendapat hasil survey tertinggi. Opsi kedua, apabila mentok akan mengambil jalur dengan pembahasan ulang terhadap calon yang akan diusung. “Ini belum final. Kan masih ada rekomendasi dari Partai Demokrat, Gerindra, dan PPP. Kalau Golkar kan sudah. Kalau di koalisi, kami sudah sepakat, yang terbaik dan memenuhi syarat yang akan kita usung. Yang terbaik itukan Tamba-Ipat. Tapi kalau ada permasalahan, nanti ada plan B,” akunya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Jembrana Kade Darma Susila menyampaikan bahwa pihaknya telah menyetorokan nama-nama hasil polling (survey) ke DPD I Gerindra Bali. 

Pihaknya juga menampik terkait adanya isu Gerindra akan hengkang dari KJM lantaran adanya rekomendasi dari Golkar kepada Pasangan Tamba-Ipat. Menurutnya, Gerindra sebagai salah satu inisiator dan pendiri KJM, tak akan serta merta keluar dari koalisi tersebut. “Namanya ini politik, bagaimana kepentingan bisa dilakukan dengan berbagai cara untuk memecah belah,” akunya.

Anehnya, Darma Susila menyebut segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apabila aspirasi dan keinginan dari masyarakat tak sesuai dengan apa yang diputuskan oleh KJM. Maka tak menutup peluang untuk membentuk poros baru. “Kami di Gerindra ini kan masih menunggu, apakah calon ini sudah mendapatkan rekomendasi dari partainya (Partai Demokrat). Nah, kalau ini (Nengah Tamba) sudah mendapat rekomendasi dari partainya, kami tidak mungkin lepas dari koalisi ini,” pungkasnya. (her).