JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Keputusan Ngakan Kutha Parwata alias Gus Dek untuk maju pada Pilkada Bangli 2020 akhirnya terwujud. Pasalnya, Golkar yang menjadi kendaraannya memberikan restu berupa rekomendasi kepada dirinya menjasi pasangan Made Subrata. 

 

Meski demikian, Gus Dek tentunya akan menerima “imbalan” yang setimpal dari partai yang telah membesarkan namanya yakni PDIP. Hal ini tak lepas dari sanksi yang akan diberikan oleh PDIP terhadap dirinya. Seperti diketahui, Gus Dek merupakan mantan Ketua DPC PDIP Bangli dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bangli.
Terkait hal itu, Ketua DPD I PDIP Bali Wayan Koster menyatakan akan memberikan sanksi. Tak main-main, yakni pemecatan. “Nanti pasti akan diberikan sanksi organisasi, dipecat,” tegas Koster usai Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (13/07/2020).
Koster memastikan bahwa sanksi pemecatan akan diberikan kepada kader yang tidak loyal dan membelot dari partai. Seperti yang dilakukan oleh Gus Dek. “Sudah pasti dipecat,” akunya.
Saat disinggung mengenai rekomendasi dari DPP PDIP untuk Pilkada serentak 2020 di Bali, Gubernur Bali ini menyatakan masih menunggu intruksi. “Rekomendasi belum. Lagi berproses, sabar, masih ada waktu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPD PDIP Bali Ketut “Boping” Suryadi menyatakan jika pihaknya telah memanggil Ngakan Kutha Parwata untuk dimintai keterangan. Hasilnya, yang bersangkutan memang atas dasar keinginan sendiri dan siap menerima konsekuensi apapun dari PDIP. “Sudah kita panggil dia sekitar dua minggu yang lalu. Dengan segala dalih dan alasan tingkat politik di Bangli, dia sudah ceritakan akhirnya maju lewat Golkar lawan PDIP,” jelas Boping.
Menurutnya, jika Gus Dek dinyatakan sudah resmi menjadi calon dari partai lain, maka secara otomastis akan diberikan sanksi. “Kalau sudah begitu, dipastikan beliau akan kita berikan sanksi. Dan beliau sudah siap,” akunya.
Begitu juga dengan Made Gianyar yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bangli sekaligus kakak kandung dari Made Subrata yang dicalonkan oleh Golkar, Anggota Komisi IV DPRD Bali ini menegaskan bahwa pihaknya juga telah memanggil Made Gianyar. Pemanggilan tersebut terkait komitmennya dalam mendukung calon yang nantinya akan diusung oleh PDIP.
“Ini bukan masalah khawatir atau tidak khawatir, kita jalankan garis partai. Beliau juga sudah kita panggil,” tandasnya.
Kendati Made Subrata dan Made Gianyar memiliki hubungan keluarga, sebagai kader PDIP, yang bersangkutan harus tunduk pada kebijakan partai. Bahkan, Gianyar menyatakan akan membuat Surat Pernyataan mengenai kesiapan mendukung calon dari PDIP pada Pilkada Bangli 2020 mendatang. “Beliau harus menentukan sikap. Beliau bersedia membuat surat pernyataan sikap dirinya. Kalau rekomendasi sudah turun, beliau akan kita kontak untuk menyampaikan surat pernyataan itu,” tambah Boping.
Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan ini menegaskan jika pernyataan sikap yang tertuang dalam surat tersebut nantinya akan menjadi dasar yang kuat. Apabila Made Gianyar membelot dari surat pernyataan tersebut, sanksi yang sama juga akan diterapkan. 
“Kita punya jaringan politik partai sampai tingkat bawah. Kita akan lihat bagaimana tindakan dan sikapnya, kalau diam-diam dia membela adiknya, ya kita beri sanksi. Kita tunggu pernyataannya, tiba-tiba datang dan menyatakan membela adiknya, itukan lain lagi,” pungkasnya. (her).