JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Jelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020, Kalangan DPRD Bangli mengingatkan Direktur PDAM Kabupaten Bangli agar tidak ikut-ikutan masuk ke ranah politik. PDAM diminta  fokus untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.

Hal tersebut terungkap saat rapat kerja antara Komisi III DPRD Bangli dengan PDAM dan BKPAD Kabuaten Bangli, Kamis (2/7/2020). Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bangli I Made Natis dan Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles. Dari pihak PDAM, hadir langsung Direktur PDAM Bangli I Dewa Gede Ratno Suparso Mesi. Dari BKPAD Bangli dihadiri Kepala BKPAD I Ketut Riang.

Pada kesempatan itu, Angota Komisi III DPRD Bangli, I Made Sudiasa selain mengingatkan Direktur PDAM Bangi agar tidak masuk ranah poliitik, juga menyoroti masalah kinerja PDAM Bangli, khususnya program social yang dilakukan PDAM di tengah pandemic Covid 19. “Kita melihat programnya banyak meniru. Jadi bukan lahir karena inovasi. Kalau membuat program ya harus sesuai dengan kemampuan,” ujar Sudiasa.

Dalam hal ini, Sudiasa mengkritisi istilah menggratiskan rekening air oleh PDAM Bangli untuk pelanggan yang penggunaannya maksimal 10 kubik per bulan. Baginya, istilah itu keliru. Pasalnya, keringanan biaya tagihan pelanggan ditengah pandemic covid 19, lantaran adanya subsidi dari Pemkab  Bangli Rp 1,4 milyar. “Bukan PDAM yang menggratiskan tagihan itu,”tegas politisi Partai Demokrat itu sembari kembali meminta pihak PDAM jangan masuk ranah politik. “PDAM adalah salah satu bidang tugas komisi III. Jadi jangan coba-coba ikut masuk ke ranah politik. Kami bisa memberikan penilaian kinerja PDAM nantinya,” ujar Sudiasa memberikan warning.

Hal senada juga dilontarkan anggota Komisi III I Ketut Suastika. Kata dia, sudah ada hal  yang mis yang dilakukan Direktur PDAM Bangli. Seperti yang dikatakan, Pak Made Sudiasa, Direktur PDAM mulai menyentuh ranah politik. “Kita amati di media sosial sudah ada ucapan terima kasih masyarakat terhadap adanya bantuan pipa di suatu wilayah,”katanya. Suastika kemudian mempertanyakan apakah masih ada anggaran untuk bantuan tersebut. Mengigat sesuai dengan keputusan Menteri, saat ini diminta fokus pada penanggulangan dan pencegahan Covid-19. 

Semengara Direktur PDAM Bangli Dewa Rono menanggapi sorotan yang disampaikan para wakil rakyat ini, mengklaim apa yang dilakukan selama ini sudah professional. Jadi pihaknya tidak pernah menyentuh ranah politik. “Begitu mengikuti test calon direktur PDAM, saya sudah mengundurkan diri dari ke partaian. Dulu saya memang kader partai,”bantahnya. Terlepas dari semua penilaian tersebut, pihaknya mengaku berkomitmen akan tetap berupaya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bangli. (arw)