POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Guna memaksimalkan fungsi kontrol dan pengawasan dewan terhadap pembangunan, Komisi III DPRD Bali bersama Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama melakukan pemantauan pengerjaan proyek Embung Untalan II yang terletak di Dusun Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (24/06/2020). Kedatangan rombongan DPRD Bali diterima oleh Penanggujawab Pengerjaan Kegiatan (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Made Binayuda.

 

Ketua Komisi III DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi WS usai melakukan pemantauan menjelaskan bahwa Embung sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Jungutan Karangasem. 

 

“Fungsinya Embung inikan untuk menampung air dan didistribusikan kepada para penduduk. Inikan juga untuk kebutuhan air baku,” ujarnya.

 

Komisi III DPRD Bali juga sangat mengapresiasi terhadap partisipasi masyarakat sekitar dalam proses pembangunan Embung. Hal ini dibuktikan dengan hibah berupa tanah yang diberikan untuk membangun Embung. “Yang luar biasa itu, tanah untuk Embung ini dihibahkan oleh penduduk. Tadi ada penduduk yang menghibahkan tanah Embung Untalan I dan II. Ini sangat luar biasa sekali, hibah tanpa ada kompensasi,” akunya.

 

Untuk pengerjaannya sendiri, akan dimulai dari Bulan Mei hingga bulan Desember 2020 mendatang dengan total biaya mencapai Rp. 3 Milyar. “Saat ini sedang pengerukan konstruksi tanah. Nanti akan dipasang Beton bertulang dan Geomembran,” jelasnya.

 

Ditambahkan Diah Werdhi, bahwa pembangunan Embung tersebut secara penuh melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Seperti desakan Komisi III DPRD Bali pada rapat yang sebelumnya digelar bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu yang lalu. Dimana, dikerjakan oleh kontraktor asal Bali.

 

“Kontraktornya ini orang lokal (Bali). Sesuai dengan arahan Komisi III soal kearifan lokal. Kualitas harus tetap dijaga,” tutup dia.

 

Sebelumnya, Komisi III DPRD Bali bersama Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama juga melakukan koordinasi terkait proyek pembangunan dan kesiapan dalam menyongsong New Normal di Bandar Udara Ngurah Rai, Badung, Selasa (23/06/2020). Kedatangan mereka diterima oleh General Manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Herry A.Y Sikado didampingi Senior Manager Bidang Fasilitas Hari Arta, dan Perwakilan dari pihak Kontraktor.

 

Ketua Komisi III DPRD Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi menyampaikan terkait dengan pengembangan bandara masih terbentur dengan situasi Pandemi Covid-19. Dan masih terdapat gundukan pasir yang di rencanakan akan mulai pemerataannya selama 3 bulan kedepan.

 

Mengenai kesiapan Bandara Ngurah Rai menuju New Normal, Dewan Bali menilai masih ada beberapa hal yang dianggap tumpang tindih. Salah satu soal persyaratan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid test. 

 

Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama menyarankan kepada pihak Bandara untuk menggunakan PCR test saja. Ini dilakukan supaya petugas tidak dibingungkan dengan banyaknya test yang dikenakan. Selain itu, agar penumpang tidak terbebani dengan biaya test ganda.

Sementara untuk penerapan Protokol Kesehatan tetap mengikuti protap aturan bandara sembari menunggu dibukanya pariwisata. (her).