JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Setelah Golkar dan NasDem resmi berkoalisi, tiga partai lain di Bali yakni Partai Solidatitas Indonesia (PSI), Hanura, dan Partai Demokrat ikut bergabung. Kesepakatan ini berlangsung di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Jumat (05/06/2020).

 

 

Diketahui, sebelumnya kelima partai tersebut sempat melakukan pertemuan di Sekretariat DPD Partai Golkar Bali pada Bulan Maret lalu. Saat itu, direncanakan pertemuan lanjutan, dimana Partai Demokrat akan menjadi tuan rumah. Akan tetapi, adanya penyebaran Virus Corona di Bali yang sangat masif, membuat pertemuan menjadi tertunda.
Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa yang ditunjuk sebagai Juru Bicara (Jubir) menyatakan, seluruh partai yang hadir telah sepakat berkomitmen untuk menjalin koalisi besar. "Pada hari ini saya sampaikan di rahina purnama lima partai ini menyampaikan komitmen untuk koalisi besar,” ujarnya didampingi para Ketua dan Sekretaris partai, diantaranya Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Ketua DPD Hanura Bali, Kadek 'Lolak' Arimbawa, dan Sekretaris DPW PSI Bali, Cokorda Ngurah Dwi Satria Wibawa.
Dirinya membantah jika setiap partai yang tergabung dalam koalisi mendapat jatah masing-masing disetiap wilayah. Menurutnya, setiap partai mempunyai hak yang sama dalam menyodorkan nama-nama calon yang akan diusung.
“Dalam komitmen koalisi besar ini, tidak ada pembagian jatah kepala daerah baik bupati wakil bupati maupun walikota dan wakil walikota. Kita sepakat untuk menanggalkan semua ego dalam tradisi politik yang lama," akunya.
Yang terpenting, lanjutnya, kelima parpol ini, yang terpenting ialah mencari figur yang memiliki elektabilitas tinggi di masyarakat. Pihaknya juga menegaskan bahwa kelima parpol tersebut mencari figur yang nantinya dapat menjadi figur pemimpin bagi masyarakat bukan pemimpin partai.
“Inilah cara pandang baru kita berpolitik untuk mencari figur yang terbaik ketokohannya dan itu jadi tuntutan pemimpin terpilih nanti sebagai salah satu evaluasi kita jangan jadi pemimpin partai setelah terpilih tapi seharusnya setelah terpilih pemimpin menjadi miliknya rakyat," tambahnya.
Soal nama koalisi yang akan digunakan, Gunastawa menyatakan perlu pembahasan lebih lanjut. Pasalnya, masih ada beberapa pertemuan ulang dengan tuan rumah yang bergantian. Berdasarkan info, tuan rumah selanjutnya adalah Partai NasDem. "Nanti secara periodik akan kita lakukan pertemuan berkala bergantian," pungkasnya. (her).