JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Partai Golkar Bali dan NasDem Bali secara resmi sepakat menjalin koalisi untuk Pilkada serentak yang akan digelar pada Bulan Desember 2020 mendatang. Kesepatakan tersebut ditandai dengan penandatangan MoU di Inna Bali Jalan Veteran Denpasar, Kamis (04/06/2020).

 

 

Hadir dalam acara penandatangan antara lain, Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali Made Dauhwijana, Ketua Tim Pilkada Golkar Bali Dewa Suamba Negara. Sementara dari Partai NasDem dihadiri oleh Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, Sekretaris DPW NasDem Bali Luh Putu Nopi Jayanti, dan Bendahara DPW NasDem Bali IGN Bagus Eka Subagiartha. Ikut hadir juga Ketua DPD II baik dari Partai Golkar dan NasDem se-Bali.

 

 

Caption ; SEPAKAT KOALISI-Deklarasi Partai Golkar dan NasDem untuk Pilkada serentak 2020

 

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Tim Pilkada Golkar Bali Dewa Suamba Negara, terbentuknya koalisi antara Partai Golkar dan NasDem di Bali dikarenakan adanya persamaan persepsi. Pertama, sama-sama memiliki semangat nasionalisme. Kedua,  miliki perimbangan kekuatan di pemerintahan, dan yang terakhir memberikan kesempatan kepada partai-partai untuk sejajar.

 

Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan, selama ini banyak pihaknya yang khawatir jika Pilkada serentak 2020 kurang greget. Pasalnya, berlangsung ditengah Pandemi Covid-19 dan dominasi PDIP. “Seolah-olah akan banyak kotak kosong yang dilawan dibeberapa kabupaten/kota,” akunya.

 

Namun, dengan adanya Deklarasi koalisi Golkar dan NasDem, ia mengklaim tidak akan ada Kotak Kosong. “Partai Golkar dan NasDem siap bertarung secara elegan, mengisi semua kekosongan calon sehingga seluruh dikabupaten/kota akan mengikuti pertarungan,” tandasnya.

 

Golkar optimis, jika gelaran Pilkada serentak di Bali akan berjalan secara demokratis, sehat, berbudaya, dan bermartabat. Pihaknya juga berkeyakinan jika masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan. “Sudah saatnya masyarakat Bali memberikan pilihan yang baru untuk suasana dan kemajuan baru untuk di kabupaten,” tegasnya.

 

Sugawa Korry memerintahkan kepada seluruh DPD II Kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada tunduk pada keputusan Golkar Bali. Dengan demikian, seluruh DPD II Partai Golkar di enam kabupaten/kota akan sejalan dengan koalisi ditingkat provinsi. “Kepada semua jajaran termasuk kabupaten/kota agar taat dan tunduk serta mengikuti kesepakatan ini. Tidak boleh ada perubahan dukungan dikabupaten/kota kecuali adalah yang disepakati oleh Golkar-NasDem,” pintanya.

 

Sementara itu, Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa menyatakan, walaupun selama ini NasDem identik bergabung dengan PDIP, namun koalisi antara Golkar sejatinya bukan kali pertama dilakukan. “Ini bukan koalisi pertama, tapi yang kesekian kalinya,” tandasnya.

 

Gunastawa mengklaim bahwa Partai Golkar dan NasDem memiliki pemahaman yang sama. Apalagi penyelenggaran Pilkada ditengah penyebaran Virus Corona, maka NasDem menyebut bahwa kali ini “Pilkada Rasa Covid-19”.

 

“Oleh karena itu, Golkar-NasDem berinisiatif menggagas satu pola kerjasama yang sekiranya membawa warna baru pada dunia dan warna didunia politik dan demokrasi di Bali,” tambahnya.

 

Nasdem juga sempat melontarkan candaan politik dihadapan para peserta yang hadir. Menurutnya, koalisi tersebut membuat warna perpolitikan  semakin cerah. Pasalnya selama ini, di Bali didominasi oleh satu warna. 

 

“Baru dua warna saja berkumpul, ruangan ini terlihat cerah. Apalagi ada warna-warna lain. Itu pertanda, kalau satu warna saja, didunia ini kurang meriah dan kurang memberikan arti persamaan dan keadilan,” pungkasnya. (her).