JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Wacana penerapan new normal atau kenormalan baru oleh pemerintah ditanggapi DPRD Badung. Dewan mendukung upaya pemulihan ini dengan menekankan protokol kesehatan harus betul-betul ketat. Apalagi jika nantinya akses pariwisata dibuka kembali.

 

 

Menurut Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata dipandang sebagai salah satu cara memulihkan roda perekonomian. "Jadi new normal ini, mungkin ini adalah salah satu cara membuka roda perekonomian kembali, menormalisasikan aktivitas masyarakat," ungkapnya, Selasa (2/6/2020) di gedung dewan.

 

Namun demikian, Sekretaris DPC PDIP Badung ini mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar tidak lengah. Protokol kesehatan menurutnya harus dilaksanakan dengan baik. "Protokol kesehatan harus digunakan, instruksi presiden harus digunakan, instruksi dari menteri kesehatan harus dijalankan, pakai masker, cuci tangan, dan thermoscanner," katanya.

 

Bahkan, jika nanti akses pariwisata dibuka, pengunjung bila perlu harus bisa menunjukkan hasil rapid test. "Ini artinya secara bertahap kita berani membuka diri, tapi tidak melanggar protokoler kesehatan," ujarnya.

 

Lebih tegas, Parwata berharap 15 Juni sudah ada upaya bertahap untuk membuka akses publik. Sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan. Semisalnya dunia usaha.

 

Lebih lanjut, ia menerangkan sekitar 86 persen pendapatan asli daerah Badung bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). "Karena itu, kami juga tidak ingin berlama-lama. Namun kami juga mendorong supaya secara bertahap dibuka kegiatan masyarakat, sehingga perekonomian bisa jalan, tapi sekali lagi dengan memperhatikan SOP dan protokol kesehatan," jelasnya.

 

Jika semakin lama kondisi seperti saat ini, menurutnya semakin berat pula kehidupan masyarakat. Apalagi masa akhir Covid-19 pun belum bisa diprediksi. Belum lagi upaya pemulihan setelahnya. "Tapi lebih baik kita waspada dan kita buka," tandasnya.(put).