JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK akan dibuka mulai pertengahan Bulan Juni 2020. Ada tiga tahap yang ditetapkan, tahap pertama dimulai dari tanggal 15-17 Juni meliputi jalur afirmasi, sekolah dengan perjanjian, anak inklusi, perpindahan tugas orang tua, sertifikasi prestasi. Tahap dua merupakan pendaftaran melalui jalur zonasi mulai tanggal 22-24 Juni. Tahap ketiga adalah pendaftaran melalui jalur ranking nilai rapor.

 

 

DPRD Bali melalui Komisi IV memberikan perhatian penuh terhadap proses PPDB tersebut. Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara Komisi IV DPRD Bali dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Bali Boy Jayawibawa di Ruang Komisi IV, Selasa (02/06/2020). Hadir dalam rapat diantaranya, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, anggota Wayan Disel Astawa, Nyoman Wirya, Nyoman Budi Utama, dan Ni Wayan Sari Galung.

 

Dihadapan Kadisdik Provinsi Bali, Komisi IV DPRD Bali berharap agar para siswa bisa bersekolah dengan gratis. Mengingat, kondisi ekonomi masyarakat sangat terdampak ditengah Pandemi Covid-19 saat ini. Ditambah lagi, banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 

“Kami berharap, kalau bisa tidak terjadi pengeluaran bagi orang tua siswa itu dalam hal anak-anak sekolah, itu yang paling penting. Artinya bahwa mereka kalau bisa sekolah ini gratis, itu intinya," ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta.

 

Menurutnya, tak bisa dipungkiri jika banyak masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya disekolah negeri. Hal ini tak lepas dari keringanan biaya sekolah negeri dibandingkan sekolah swasta. "Jadi otomatis mereka mengejar negeri semuanya kan. Jadi ada defisit bagi sekolah-sekolah yang swasta tidak bisa mendapatkan murid," akunya.

 

Pihaknya menyatakan, kualitas sekolah menjadi satu hal yang harus ditingkatkan, khususnya sekolah swasta. Sehingga mampu bersaing dengan sekolah negeri.

 

Selain itu, Komisi IV juga mempertanyakan kesiapan Disdik Provinsi Bali dalam proses PPDB tahun 2020-2021. “Kami dari Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan itu untuk mempertanyakan kesiapan dari pada Kadispora Provinsi Bali dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru ini," tambahnya.

 

Ia memandang bahwa pihak Disdikpora Bali telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan para pihak sekolah mengenai persiapan PPDB. Pihak Pemprov Bali juga sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2020  2020 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Bali.

 

Yang terpenting, Pergub yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali tersebut sudah memberikan rasa keadilan kepada para peserta didik, terutama yang mempunyai prestasi. "Jadi tidak melulu seperti tahun sebelumnya ada zonasi 90 persen," jelasnya.

 

Dengan demikian, zonasi yang saat ini hanya 50 persen dan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yakni 90 persen, bisa mengakomodir siswa yang memiliki nilai dan kemampuan bagus. Pasalnya, dalam Pergub Nomor 10 tahun 2020 sudah  diwadahi prestasi bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah, baik itu di bidang akademik maupun non akademik termasuk dalam seni dan budaya. (her)

 

  •