JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Pertanggal 15 Juni ini, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK se-Bali. Nantinya, pendaftaran akan dilakukan secara daring (online).

 

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memprediksi jika antusias masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri meningkat. Ini tak lepas dari kondisi Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda. Apalagi, biaya yang dikeluarkan untuk sekolah negeri lebih ringan dibandingkan dengan sekolah swasta.
Saat ini, siswa yang bersekolah di sekolah negeri tidak dikenakan lagi biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Pasalnya, sekolah telah mendapatkan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari Pemerintah Pusat serta BOSDa (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dari Pemda. Sementara sekolah swasta masih menerapkan SPP.
"Kalau negeri dia sudah dapat BOSNAS, sudah dapat BOSDa, jadi tidak bayar SPP. Kalau dia di swasta sampai saat ini hanya berdasarkan Bosnas," ujar Kepala Disdikpora Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Selasa (02/06/2020).
Sejatinya, Pemprov Bali telah berupaya memberikan bantuan berupa BOSDa kepada sekolah swasta di Bali. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 69 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Dana Pendamping Bantuan Operasional Sekolah Daerah. Jumlahnya kurang lebih Rp. 60 Milyar. Hanya saja, akibat penyebaran Virus Corona, dana tersebut tak bisa dicairkan dan ditunda lantaran adanya realokasi anggaran.
Selama ini yang menjadi permasalahannya adalah daya tampung sekolah negeri. Mengingat, lulusan SMP tahun ini cukup banyak. Dari data yang ada, daya tampung SMA dan SMK di Bali tahun ini sebanyak 78.256, dengan rincian 41.430 di negeri dan 36.826 di swasta. Sementara jumlah siswa SMP yang diprediksi bakal lulus hanya mencapai sekitar 62.260. Sebenarnya, jumlah daya tampung SMA/SMK di Bali sebenarnya sudah jauh melebihi dari jumlah siswa.
Dengan demikian, daya tampung sekolah negeri mencapai 41.430. Sehingga jika semuanya memilih negeri, masih kekurangan sebanyak 36.826.
Diketahui, PPDB tahun ajaran 2020/2021 masih tetap berpatokan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 44 tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Melalui Permendikbud itu turun pula adanya Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Pemprov Bali juga mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2020 pada 6 April 2020 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Bali. Pergub ini melahirkan Keputusan Kepala Disdikpora Nomor 422.1/22471/BPTEKDIK/DISDIKPORA tertanggal 14 April 2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Bali.
Berdasarkan aturan tersebut, PPDB jenjang SMA jalur zonasi diatur sebesar 50 persen meliputi jalur disabilitas/inklusi dan jalur sekolah dengan perjanjian. Zonasi dilakukan berdasarkan jarak alamat tempat tinggal terdekat ke sekolah berdasarkan alamat kartu keluarga atau dengan surat keterangan domisili yang menyatakan minimal 1 tahun semenjak dikeluarkannya domisili.
Selanjutnya, jalur perpindahan orang tua sebesar 5 persen untuk peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah yang bersangkutan. Mereka yang mengambil jalur ini harus dibuktikan dengan surat penugasan dan surat keterangan domisili dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan orang tua peserta didik.
Untuk jalur prestasi sebanyak 30 persen yang dibagi menjadi dua. Yakni dengan dibuktikan dengan sertifikat prestasi (20 persen)  dan jalur ranking nilai rapor (10 persen). Jalur sertifikat prestasi ditentukan berdasarkan sertifikat juara atau penghargaan merupakan hasil perlombaan di bidang akademik maupun non akademik yang diperoleh minimal 6 bulan dan maksimal 3 tahun terakhir ketika status siswa masih di sekolah SMP. Sementara jalur ranking nilai rapor berdasarkan perangkingan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.
Berbagai jalur yang ditetapkan oleh Pemprov Bali ini berbeda dengan yang ada di Permendikbud. Di aturan Permendikbud ada empat jalur yang dipakai yakni zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi jika masih tersisa. Sementara Pemprov Bali mengambil kebijakan di zonasi juga terdapat jalur anak inklusi dan sekolah dengan perjanjian. 
Kemudian untuk jenjang SMK dilakukan melalui jalur afirmasi (30 persen) yang diperuntukkan bagi keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah. Program tidak mampu tersebut diantaranya berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Keluarga Harapan (KKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (BPJS KIS) Penerima Bantuan Iuran dari pemerintah pusat.
Ada pula jalur sekolah dengan perjanjian prestasi di tingkat SMK yang bisa dibuktikan dengan sertifikat prestasi (15 persen) dan jalur ranking nilai rapor (55 persen). Jalur ranking rapor ini di dalamnya termasuk anak inklusi dan jalur sekolah dengan perjanjian).
Sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Disdikpora Provinsi Bali, pendaftaran hingga pengumuman PPDB tingkat SMA dan SMK dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama pada jenjang SMA dilakukan memalui jalur afirmasi, anak inklusi, sekolah dengan perjanjian, perpindahan ugas orang tua/wali dan sertifikat prestasi. Pada tahap pertama ini di jejang SMK dilakukan pada jalur afirmasi, nak inklusi, sekolah dengan perjanjian dan pertifikat prestasi.
Proses tahap pertama dilaksanakan mulai 15  hingga 17 Juni dengan pendaftaran, verifikasi 15 sampai 18 Juni, perankingan 19 Juni, pengumuman 20 Juni dan pendaftaran ulang dari 6 hingga 9 Juli 2020. 
Berbeda dengan tahap pertama, pada tahap kedua hanya dilakukan pada jenjang SMA jalur zonasi yang pendaftarannya mulai 22 hingga 24 Juni 2020. Selanjutnya proses verifikasi pada 22 sampai 25 Juni, perankingan 26 Juni, pengumuman 27 Juni dan pendaftaran ulang dari 6 sampai 9 Juli 2020.
Kemudian untuk tahap ketiga dilakukan pada jenjang SMA dan SMK namun terbatas hanya di jalur ranking nilai rapor. Proses pendaftaran tahap ketiga ini dimulai 29 hingga 30 Juni, verifikasi 29 Juni hingga 1 Juli, perankingan 2 Juli, pengumuman 3 Juli serta pendaftaran ulang dari 6 hingga 9 Juli 2020. (her).