JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Pemerintah Pusat akhirnya mengijinkan dan membuka penerbangan ke sejumlah daerah. Tentunya hal ini membuat masyarakat khususnya di Bali menjadi was-was, apalagi diketahui tiket tujuan Bali menjadi favorit hingga terjual habis.

 


Bisa dimaklumi, kenapa Bali menjadi tujuan utama bagi masyarakat untuk datang. Selain sebagai tujuan pariwisata, Bali juga terbilang paling sukses diantara daerah lain dalam penanganan Virus Corona. Bahkan, mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu yang lalu. Kemungkinan hal inilah yang dirasa sangat aman bagi wisatawan dalam memilih tujuan destinasi wisata.
Kendati menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat, tentunya Pemerintah Pusat memiliki pertimbangan dan alasan lain dibalik diberikannya ijin penerbangan. 
"Kita minta semua aparat TNI-Polri dan Perhubungan  untuk tetap  memperketat semua pintu masuk Bali baik udara maupun laut. Pemeriksaan harus diperketat dan setiap kedatangan di bandara tidak boleh lolos begitu saja, mereka harus di tes PCR dan Rapid Test sudah tidak efektif lagi," ujar Anggota DPR-RI Ketut Kariyasa Adnyana, Selasa (19/05/2020).
Meski demikian, ia menilai bahwa Rapid Test saat ini kurang efektif lagi, sehingga perlu ditingkatkan lagi. Yakni dengan swab atau PCR. Ini berkaca pada hasil yang dilakukan belakangan ini. Cukup banyak hasil rapidtes yang meragukan dari hasil positif sebelumnya, setelah diuji swab, menjadi negatif. 
Menurutnya, alasan dibukanya kembali penerbangan salah satunya masyarakat diminta untuk berdamai dengan Virus Corona. Pasalnya, kasus Covid-19 disemua belahan dunia sampai saat inipun belum juga bisa bebas secara total. Termasuk China, setelah Covid-19, muncul lagi virus baru disana. Kemudian negara Amerika yang disebut sebagai negara adikuasa, negara maju, ternyata semua negara tidak bisa membendung penyebaran corona. Meski melakukan lockdown seperti spanyol dan itali Covid-19 tetap menyerangnya. 
"WHO sudah menyampaikan secara jelas, virus Corona tidak akan hilang dan nanti pasti akan tumbuh virus-virus lain," jelasnya.
Contohnya saja seperti di Australia. Masyarakat di negeri Kangguru tersebut mulai terbiasa dalam mengantisipasi penularan virus dengan ketat. Kebiasaan inilah selalu ditanamkan kepada semua warganya sehingga virus corona bukan menjadi sesuatu yang menakutkan. Mereka mampu melakukan pencegahan dengan tetap memperhatikan menjaga jarak, menghindari terjadinya kerumunan orang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Begitu juga di Bali. Dengan melibatkan seluruh Desa Adat dan Banjar, serta dengan penanganan Covid-19, masyrakat Bali juga mulai terbiasa. "Selain setiap pintu kedatangan masuk Bali yang sudah diperketat, masyarakat Bali sendiri harus desiplin dan taat dengan imbauan pemerintah. Kita semua harus mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selalu mempergunakan masker dan sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir," akunya.
Mengenai sektor pariwisata di Bali, mantan Sekretaris Komisi III DPRD Bali meminta agar dilakukan pembenahan. Termasuk dengan seleksi terhadap kedatangan wisatawan. Atau dengan kata lain, pariwsata Bali kedepan harus mendatangkan wisatawan yang benar-berkelas dan berkualitas.
Baginya, buat apa wisatawan banyak datang namun tidak menghasilkan bagi Bali lantaran wisatawan yang datang tidak berkualitas. "Wisatawan yang datang ke Bali kita harapkan membawa duit yang banyak dan menghabiskan uangnya di Bali. Daerah tujuan utama adalah Bali, sementara daerah lain tujuan nomor dua,” tutupnya. (her).