JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Penyelenggaran Pilkada serentak 2020 terancam ditunda akibat masihnya penyebaran Virus Corona yang saat ini telah ditetapkan menjadi Pandemi. Bahkan, Komisi II DPR RI juga telah menggelar Rapat bersama Pemerintah guna membahas wacana tersebut. Disepakati, bahwa penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 yang akan digelar pada tanggal 23 September 2020 ditunda. Hanya saja masih menungguterbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang dikeluarkan Presiden Jokowi.

 

Menyikapi hal itu, partai politik di daerah ikut angkat bicara. PDIP Bali misalnya, sampai saat ini masih menunggu arahan dari DPP. "Yang jelas tadi ada arahan dari Ibu Ketua Umum. Yang jelas kita akan mengikuti apapun yang menjadi keputusan KPU," ujar Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara, Kamis (02/04/2020).

Kendati demikian, dengan melihat kondisi saat ini, pihaknya mendukung penundaan Pilkada serentak. "Kita harus tetap taat dan tunduk, apalagi itu masalah kemanusiaan ya," akunya.

Wakil Walikota Denpasar ini menambahkan, apabila Pilkada serentak tetap dilanjutkan ditengah-tengah merebaknya Virus Corona, akan sangat beresiko. Ditambah lagi setiap tahapan melibatkan banyak orang. "Pembatasan orang berkumpul itu kita sangat setuju sekali. Karena tujuannya nuntuk kepentingan keselamatan bersama," tandasnya.

Meski demikian, walaupun Pilkada serentak telah ditunda, bukan berarti internal partainya ikut berhenti berproses. Tetap melakukan persiapan, tetapi tidak melibatkan banyak orang. 

"Ini proses kan bukan penundaan, tapi memundurkan jadwal. Kalau proses-proses intern partai yang bisa dikerjakan kita ya tetap jalan, tapi acuannya dari jadwal KPU," papar dia.

Soal rekomendasi yang belum diumumkan, Jaya Negara menyatakan saat ini partai sedang fokus pada penanganan Virus Corona. Sehingga, persoalan rekomendasi untuk sementara waktu ditunda.

"Prinsip Ibu Ketua Umum adalah bagaimana  kita membantu pemerintah menangani masalah Covid ini, itu skala prioritas kita, konsentrasi kita ke sana," tandas dia.

Seperti diketahui, PDIP Bali telah menyetorkan beberapa nama ke DPP untuk digodok. Untuk di Kota Denpasar, posisi Calon Walikota dipastikan menjadi “milik” IGN Jaya Negara. Sementara untuk pendampingnya ada dua nama yakni Ketua DPC PDIP Denpasar yang juga Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede dan Sekretaris DPC PDIP Denpasar yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa.

Di Badung, pasangan petahana yakni I Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (GIRIASA) kembali dicalonkan. Bahkan, keputusan itu sudah ditegaskan dalam rapat DPC PDIP Badung pada tanggal 14 September 2019 lalu dan PDIP Badung tidak menggelar penjaringan balon.

Untuk Karangasem, dari hasil penjaringan ada dua nama yang muncul yakni Ketua DPRD Karangasem yang juga Ketua DPC PDIP Karangasem, Gede Dana di posisi balon Bupati dan Made Wirta di posisi balon wakil Bupati. Namun, yang disebut-sebut akan menjadi calon tandem Gede Dana yakni Wakil Bupati Karangasem incumbent, Wayan Artha Dipa.

 

Sementara di Jembrana, PDIP melalui hasil penjaringannya menyerahkan tiga nama yakni, Made Kembang Hartawan di posisi balon Bupati,  Ida Bagus Susrama di Wakil Bupati dan I Dewa Putu Mertayasa di posisi Wakil Bupati. Hanya saja, kabar yang berkembang justru Anggota DPRD Bali Dapil Jembrana dari Fraksi PDIP, Ketut Sugiasa alias Sugik yang dikabarkan menjadi calon tandem Kembang.

Sementara di Bangli, nama Sang Nyoman Sedana Arta yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bangli dan Ketua DPC PDIP Bangli ditempatkan  sebagai balon Bupati dan I Wayan Diar di posisi balon Wakil Bupati. Sedangkan Tabanan, dalam penjaringan menelorkan sebelas nama.

Kesebelas nama tersebut yakni, Komang Gede Sanjaya, Ketut Boping Suryadi, Wayan Widnyana, di posisi balon Bupati. Sedangkan, AA Nyoman Dharmaputra, Made Edi Wirawan, Gede Made Dedy Pratama, Putu Eka Putra Nurcahyadi, Nyoman 'Komet' Arnawa, Nyoman Mulyadi, Made Arimbawa di posisi balon wakil Bupati. Di sisi lain, Gede Suamba sendiri mendaftar di dua posisi yakni di posisi balon Bupati dan Wakil Bupati. (her).