JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Gejolak di internal Partai Hanura Klungkung rupanya makin sulit diredam. Gara-gara tak 'sehati' dengan rekomendasi DPP yang mendukung paslon Tjokorda Bagus Oka-Ketut Mandia (Bagia), Dewan Penasihat Hanura Klungkung, Dewa Gde Alit Saputra memilih mengundurkan diri.

Perpecahan ini makin terlihat sejak Dewa Alit Saputra bergerak memang sejumlah baliho yang mendukung paslon Nyoman Suwirta-Made Kasta (Suwasta). Tak tanggung-tanggung di baliho tersebut juga dicantumkan foto politisi asal Kemoning ini. Baliho-baliho tersebut tersebar di sejumlah titik, diantaranya di dekat toko bangunan milik Ketua DPC Partai Hanura Klungkung, Wayan Suyasa di Jalan Raya Batu Tabih persisnya di sebelah barat SMAN 1 Semarapura.

Minggu (21/1/2018) Ketua DPC Hanura Klungkung, Wayan Suyasa didampingi Sekretaris, Nyoman Swastika pun langsung memberikan tanggapan. Menurut Suwastika, sebelum Dewa Alit Saputra menentang rekomendasi DPP tersebut, secara informal ia sudah menyatakan mengundurkan diri dari partai Hanura melalui group WA pengurus DPC. Pihaknya pun menegaskan, tidak pernah menghalangi kader yang ingin mengundurkan diri.

“Pemasangan baliho itu hak Pak Dewa sesuai dengan keinginannya. Kami di Hanura tidak pernah menghalangi kader yang mau mengundurkan diri. Walaupun kita di Hanura berharap kader- kader itu loyal dan menjunjung tinggi harkat martabat partai,” ungkap Suastika.

Setelah menyampaikan pengunduran diri dan memasang baliho tersebut, Suastika menilai apapun yang dilakukan Dewa Alit kini tak berkaitan dengan Hanura. Hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan hak Dewa Alit. “Apa yang beliau lakukan itu menjadi tanggungjawab beliau. Jadi kami membiarkan beliau pasang baliho karena itu hak beliau juga,” imbuh Swastika. Iapun menegaskan, Hanura Klungkung tetap teguh untuk menjalankan rekomendasi DPP. Walaupun ada kader yang membelot.
“Sampai hari ini kita bersama sama masih menjalankan intruksi partai dengan mendukung Bagia. Apalagi setelah melakukan konsuladsi dengan PDIP, kita diberikan ruang untuk ikut menjadi tim pemenangan,” terangnya.
Sementara saat dikonfirmasi Dewa Alit Saputra menyampikan dirinya belum mengajukan pengunduran diri secara resmi. Lantaran di pusat juga masih terjadi gejolak. Dirinya pun menilai rekomendasi DPP sepihak, sebab hanya ditandatangai oleh Wakasekjen saja. Walaupun belum resmi keluar dari Hanura, namun Dewa Alit mengakui dirinya memang sudah memasang baliho mendukung Suwasta. Baliho tersebut dipasang di lima titik. Seluruhnya ia lakukan atas keputusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai.

“Saya tidak sesederhana itu langsung mengundurkan diri. Saya juga tidak ingin dibilang merusak partai, apalagi dibilang membangkang. Harus ada hitam diatas putih dan keputusan yang jelas dari pusat,” tegasnya.

Akan tetapi agak polemik tak semakin rumit, Dewa Alit mengatakan dirinya segera akan mengajukan pengunduran diri secara resmi ke DPC Hanura Klungkung. Dengan cara demikian, ia berharap tidak ada lagi ikatan partai dan bebas menenkukan arah dukungan. "Saya akan segera melayangkan surat pengunduran diri secara resmi kepada Ketua DPC Hanura Klungkung. Sehingga posisi saya jelas tidak ada ikatan kepartaian dan bebas mendukung siapapun sesuai aspirasi saya,” tutupnya. (dia)