JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

BANGLI - fajarbali.com | KPU Kabupaten Bangli sejatinya telah mengumumkan syarat dukungan minimal bagi pasangan calon (Paslon) perseorangan atau independent tanggal 3 Desember - 16 Desember 2019 lalu yang ingin maju dalam Pilkada Bangli 2020. Hanya saja, hingga kini belum ada satu pun tokoh masyarakat Bangli yang menggunakan peluang tersebut untuk bisa berebut menuju Bangli 1. Akibatnya, terkesan jalur yang telah dibuka KPU Bangli tersebut sepi peminat.

 

Hal ini diakui Ketua KPU Kabupaten Bangli, I Putu Gede Pertama Pujawan saat dihubungi Senin (23/12/2019). “Jalur independent telah dibuka sejak pemunguman minimal syarat dukungan kita lakukan. Sebab, itu merupakan hak dari warga negara sehingga kita sudah mengakomodir dalam tahapan Pilkada Bangli,” jelasnya. Dengan dibukanya peluang tersebut, lanjut Pujawan, tokoh masyarakat yang ingin menjadi calon bupati jika tidak dari Parpol maka bisa dari calon perseorangan. “Kita sudah mengumumkan syarat minimal dukungan baik di web maupun media. Kita berikan waktu dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa maju ke Bangli satu. Jadi masih ada beberapa bulan lagi, bagi masyarakat Bangli yang ingin menjadi Calon Bupati Bangli dari jalur perseorangan. Sampai sekarang, kami masih tunggu,” tegasnya.

Sebab, sesuai tahapan yang telah disusun KPU Bangli, untuk penyerahan syarat dukungan dijadwalkan mulai dari 19 Februari – 23 Februari 2020.  Hanya saja, sampai saat ini peluang yang diberikan KPU Bangli tersebut justru masih sepi peminat. “Sejauh ini masih sepi peminat,” tegasnya. Bahkan diakui, sejak pengumuman syarat minimal dukungan dilakukan, belum ada satu tokoh masyarakat yang datang ke KPU Bangli walaupun untuk sekedar menanyakan syarat maupun prosesnya. “Yang sekadar datang untuk menanyakan syarat, belum ada sama sekali,” sebut mantan wartawan ini.

Padahal, kata dia, mengacu Pilkada Bangli lima tahun lalu, biasanya sudah ada pihak-pihak yang datang untuk bertanya pasca pengumuman syarat dukungan dilakukan. Selain itu, KPU Bangli juga mengaku sudah menyiapkan fasilitas berupa bantuan layanan informasi untuk memfasilitasi minat tokoh masyarakat yang ingin maju dari jalur independen. Dimana, KPU sudah menyiagakan stafnya untuk bertugas selama tahapan berlangsung.  “Penyebab sepinya minat dari jalur independent belum kami ketahui secara pasti. Apa kemungkinan karena beratnya syarat dukungan atau bagaimana, kami kurang tahu juga. Sejauh ini, yang muncul baru bakal calon melalui proses di parpol saja,” bebernya.

Menurut Pujawan, sesuai syarat dukungan minimal, seoarang caper harus bisa mengumpulkan 18.700 lebih bukti dukungan dan harus tersebar di tiga kecamatan. Setelah itu, KPU akan dilakukan verifikasi factual. Tindak lanjut dari itu, Pujawan mengaku akan kembali menggencarkan sosialisasi dengan melibatkan stackeholder terkait. Terlebih, dari sisi anggaran, sudah disiapkan untuk dua paket calon. “Anggaran kita siapkan untuk dua paket calon perseorangan, mengacu pengalaman lima tahun lalu. Meskipun pada akhirnya mereka kandas juga karena tidak memenuhi persyaratan. Nah untuk sekarang, kami akan tetap lakukan sosialisasi kepada masyarakat Bangli agar ada calon perseorangan bisa maju dalam Pilkada Bangli,” pungkasnya. (arw).