JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Usai dilantik pada tanggal 02 September 2019 di Ruang Sidang Utama, DPRD Bali langsung menetapkan unsur pimpinan sementara yakni Ketua dan Wakil Ketua.

Melalui Surat Keputusan (SK) yang dibacakan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bali I Gede Suralaga disebutkan bahwa sesuai dengan Pasal 112 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menyebutkan bahwa Ayat 1 dalam hal pimpinan DPRD Provinsi belum terbentuk, maka dipimpin oleh pimpinan sementara DPRD Provinsi. Pada Ayat 2, pimpinan sementara DPRD Provinsi terdiri satu Ketua dan satu Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan perolehan kursi terbanyak pertama dan kedua.

 

Berdasarkan hitungan dari KPU Provinsi Bali Nomor 2356/PL.01.9_KPP/51/Prov/VIII/2019 tentang penetapan calon terpilih anggota DPRD Provinsi pada Pemilu 2019 disebutkan, partai yang memperoleh suara terbanyak pertama adalah PDIP dengan 33 kursi. Sedangkan terbanyak kedua adalah Partai Golkar dengan 8 kursi. Dengan surat nomor O11/XX/DPD02/VIII/2019 tanggal 19 Agustus 2019 Perihal Penunjukan Pimpinan sementara masa jabatan 2019-2024 yang dikeluarkan oleh PDIP Bali adalah I Nyoman Adi Wiryatama. Sementara untuk sesuai dengan Surat Nomor B144/Golkar/VIII/2019 tanggal 23 Agustus 2019  Perihal Penunjukan Wakil Ketua sementara DPRD Bali masa jabatan 2019-2024 adalah I Nyoman Sugawa Korry.

 

"Berdasarkan Pasal 34 Ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 disebutkan pimpinan sementara bertugas untuk pertama, memimpin rapat DPRD. Kedua, memfasilitasi pembentukan fraksi. Ketiga, memfasilitasi penyusunan rancangan peraturan DPRD tentang Tatib (tata tertib) DPRD. Keempat, memproses penetapan pimpinan DPRD Provinsi definitif," jelasnya, Senin (02/09).

 

Disisi lain, Ketua DPRD Bali sementara masa jabatan 2019-2024 I Nyoman Adi Wiryatama mengajak para anggota dewan yang telah dilantik untuk sesegera mungkin menuntaskan tugas sampai adanya pimpinan definitif. "Dengan demikian selanjutnya kita bisa fokus dalam pembahasan kebijakan-kebijakan strategis lainnya," katanya. (her)