JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Sebanyak 30 calon legislatif terpilih akhirnya dilantik menjadi Anggota DPRD Bangli untuk periode tahun 2019-2024, melalui Sidang Paripurna Istimewa di Ruang Rapat Gedung DPRD Kabupaten Bangli,Senin (12/08). Dari 30 anggota dewan yang dilantik sebanyak 11 orang merupakan wajah baru (new comer) menghiasi kursi dewan Bangli.

Sesuai pantauan, prosesi pelantikan ke-30 calon anggota DPRD Bangli tersebut diawali ritual mejaya-jaya. Sementara pada acara inti, anggota DPRD Bangli masa bhakti 2019-2024 diambil sumpah dan janjinya secara agama Hindu oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangli, didampingi seoarang sulinggih. Hadir saat itu, Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Wabub Sang Nyoman Sedana Arta, jajaran KPU dan Bawaslu Kabupaten Bangli serta ratusan undangan dari unsur Forkompinda.

Dalam acara pelantikan tersebut juga diumumkan pimpinan DPRD sementara, hingga penyerahan palu pimpinan DPRD. Dimana, tampuk pimpinan yang selama ini dikomandani Ketua DPRD Bangli periode 2014-2019 didampingi Wakil Ketua Komang Carles dan I Nyoman Basma diserah terimakan kepada I Wayan Diar dari kader PDI P selaku Ketua DPRD Bangli.

Sementara periode 2019-2024 didampingi Wakil Ketua Sementara, I Nengah Darsana dari Partai Golkar. Keduanya didaulat jadi pimpinan sementara DPRD Bangli, karena berasal dari dua partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama dan kedua dalam Pemilu serentak sebelumnya.

Pasca pelantikan, Ketua DPRD Bangli Sementara, I Wayan Diar mengaku akan segera membentuk dan membahas tata tertib dewan dan alat kelengkapan dewan untuk bisa membahas APBD Perubahan tahun 2019 yang ditarget bisa ketok palu pada bulan Oktober mendatang. “Setelah pelantikan, besok rencananya kita akan mulai agenda rapat pembahasan Tata Tertib (Tatib) dan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Sebab, itu sangat penting untuk bisa menentukan langkah selanjutnya, utamanya untuk membahas perubahan APBD Bangli,” ungkapnya.

Hanya saja, dalam proses pembentukan Tatib dan AKD, diakui Diar, akan memerlukan proses cukup lama. Sebab, tergantung dari proses penugasan partai politik terhadap kadernya. Sementara untuk pembahasan APBD Perubahan itu mesti segera disahkan karena seperti diketahui belum bisa disahkan oleh DPRD Bangli sebelumnya sehingga menjadi kewajiban anggota DPRD 2019-2024 ini untuk melanjutkannya. Untuk itu agar AKD bisa cepat terbentuk, diharapkan politisi PDIP asal desa Belantih, Kintamani ini, masing-masing partai politik segera mengirimkan nama kadernya ke DPRD Bangli, yang akan duduk di alat kelengkapan dewan. “APBD Perubahan kita target hingga akhir bulan Oktober. Kalau lewat dari bulan Oktober, kita pesimis bisa melakukan perubahan APBD. Sebab itu, harapan saya pembentukan AKD paling akhir September harus sudah selesai dibahas,” tegas Diar.

Sementara Ketua DPRD Bangli periode 2014-2019 Ngakan Made Kutha Parwata menungkapkan, kendala utama yang dihadapi selama lima tahun terakhir dalam setiap pembahasan Perubahan APBD terletak dari sisi anggaran. Mengingat lanjut Ngakan Kutha, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli yang tergolong minim, sehingga diakui kinerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dengan TAPD menjadi agak tersendat.

Meski demikian, Ngakan Kutha mengatakan dari sisi waktu pembahasan APBD Bangli Perubahan masih memungkinkan dilakukan oleh DPRD Bangli yang baru. Sebab,  KUA-PPAS APBD perubahan 2019 sudah masuk pada minggu pertama bulan Agustus. Terlebih dengan sudah jelasnya sumber-sumber anggaran utamanya dari dana transfer.

“Kelemahan kita terdulu, karena asumsi yang kita pasang terlalu tinggi. Akibatnya, tidak mampu dikejar oleh kemampuan pendapatan daerah. Inilah yang membuat banyak kegiatan sudah teranggarkan dengan anggaran defisit, ternyata tidak bisa memenuhi pendapatannya. Sehingga mutlak perubahan anggaran 2019 ini harus ada. Kalau itu tidak ada, semakin banyak kegiatan 2019 ini yang tidak bisa berjalan,” ungkapnya. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Ngakan Kutha berharap anggota DPRD Bangli yang baru ini, kedepan tidak lagi memasang asumsi anggaran yang terlalu tinggi supaya persoalan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang kembali.

D isisi lain, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan ungkapan selamat atas dilantiknya para anggota DPRD Bangli yang baru ini. Kata Made Gianyar, DPRD boleh berganti, Bupati boleh berganti tapi NKRI harus tetap. “Kita berharap dengan adanya darah segar, darah baru baik baru karena masa jabatan maupun karena orangnya yang baru yang jumlahnya lebih dari 10 orang, sehingga kalau mau melakukan perubahan sudah cukup luar biasa perubahan itu bisa dilakukan,” ungkapnya singkat penuh makna.  (ard)