JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah hiruk pikuk gelaran Kongres V PDIP yang berlangsung pada tanggal 8-11 Agustus di Sanur, masyarakat dikagetkan dengan penangkapan Anggota Komisi IV DPR RI Nyoman Damantra.

Diketahui bahwa yang bersangkutan adalah kader PDIP asal Bali. Sesama kader PDIP Bali yang duduk di DPRD Bali dari Dapil Kota Denpasar, AA Ngurah Adhi Ardhana mengaku tak percaya dan shock mengetahui penangkapan tersebut.

"Pagi-pagi tahu dari Pak Hasto saat gladi jam 10 pagi," katanya, Jumat (09/08).

Dirinya tak menyangka jika Nyoman Damantra tersangkut dugaan kasus korupsi. Terlebih, Damantra sudah duduk di Senayan semala dua periode. Sehingga, hal tersebut menjadi pukulan bagi seluruh kader PDIP, khususnya di Bali.

Ia berharap, kejadian yang menimpa Damantra bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. "Pukulan sekaligus mengingatkan kita, harus jadi pelajaran ini," tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Bali ini menceritakan, perkenalan dengan Nyoman Damantra sejak 2013 yang lalu saat masih di PHRI Bali. Dari peniliannya, sosoknya sangat nasionalis dan seorang pejuang di bidang Lingkungan. Sampai saat ini dirinya seakan tak percaya jika Damantra tertangkap KPK. "Sebenarnya Pak Dhamantra kan orang yang nasionalis, bekas ketua PPM (Pemuda Panca Marga) kan, beliau cukup konsen dalam hal-hal lingkungan dan budaya di Bali dan ide bebas pepeson yang sangat dimungkinkan apabila UU provinsisi Bali sudah diundangkan," ceritanya.

Sejak awal, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri telah berpesan kepada seluruh kader partai agar tak mencari makan dipartai, apalagi sampai melakukan tindakan korupsi yang justru akan mencoreng citra induk partai.

"Pasti prihatin lah sebagai kenalan, apalagi satu partai dan sudah diberitahu oleh ibu ketua umum kalau kita jangan cari makan di partai ya kembali lagi posisi Beliau di sana gimana kah, ada pancingan dan peluang, namanya manusia tidak selalu sempurna," pungkasnya.

Sementara itu, kader PDIP yang duduk di kepengurusan DPP PDIP Made Urip juga ikut berkomentar terkait penangkapan Nyoman Damantra oleh KPK. Menurutnya, hal itu menjadi perbincangan peserta Kongres. "Cukup kaget lah, kan baru kali ini menimpa kader PDIP dari Bali. Apalagi dalam suasana hajatan kongres," jelasnya.

Urip yang juga anggota DPR RI tak habis pikir terhadap tindakan yang dilakukan oleh Damantra. Dirinya juga mengaku tidak intens berkomunikasi dengan Nyoman Damantra di Senayan.

Mengingat tidak satu Komisi. Made Urip di Komisi IV, sedangkan Damantra di Komisi VI. "Selama ini jarang berkomunikasi ya karena beda komisi. Saya di IV yang membidangi pertanian dia komisi VI," aku dia. (her)