JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pilkada Jembrana 2020 mendatang tampaknya tak ingin disia-siakan oleh Partai Demokrat. Bahkan, partai berlambang Mercy ini sesumbar akan menghimpun kekuatan besar menghadapi dominasi PDIP di Jembrana.

"Jembrana kita mau main, kita akan main serius. Saya yakin partai-partai sesama kita yang kecil pasti punya naluri bersatu dan berjuang, itu kan sudah hukum alam, kita berharap yang kecil-kecil ini bisa koalisi besar," kata Sekretaris DPD Demokrat Bali, Wayan Adnyana di Denpasar, Rabu (10/07/2019).

Saat ini, ada dua partai besar yang sedang dibidik oleh Partai Demokrat yakni Gerindra dan Golkar. Dilihat dari perolehan kursi, PDIP menguasai separuh dari total 35 kursi DPRD Jembrana yakni  18 kursi.  Dengan kata lain, PDIP bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi. Sementara parpol lainnya, seperti Golkar meraih 6 kursi, Gerindra 4 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, PKB 2 kursi, serta Hanura dan PPP masing-masing 1 kursi. "Sepertinya kita butuh 3 partai,” jelasnya.

Demokrat tak memungkiri jika PDIP mendominasi di Jembrana. Bahkan, hampir pasti akan mengusung Kembang Hartawan yang saat inimenjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana. Lain dari itu, pihaknya mengklaim jika masyarakat Jembrana menginginkan perubahan dan figure pemimpin baru. "Memang sangat dominan incumbent, kita kan berkaca pada perolehan suara lima tahun lalu, itu yang mendasari kita, ada masyarakat ingin perubahan," akunya.

Terkait figur yang akan diusung pada Pilkada Jembrana 2020, Partai Demokrat akan mengusulkan nama Nengah Tamba yang saat ini duduk sebagai Ketua Komisi III DPRD Bali. Pada Pileg 2019 lalu, Tamba tidak lolos. "Kita dorong Pak Tamba nanti di Jembrana. Karena kita punya kader yang sudah punya kapasitas, kapabilitas, dan elektabilitas, dan beliau siap mental bertarung di Pilkada," akunya.

Sementara itu, ajakan Partai Demokrat langsung direspon oleh Gerindra. Anggota Bappilu DPD Gerindra Bali, Fachruddin Piliang mengaku siap menjalin komunikasi dengan partai lain. "Kita sambut baik ya, kita siap komunikasi dengan mereka," timpalnya.

Kendati demikian, pihaknya tak mau terburu-buru menentukan akan berkoalisi dengan partai mana. Apalagi, perolehan kursi Gerindra di Jembrana lebih banyak ketimbang Demokrat. (her)