JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kepengurusan PDIP Bali 2019-2024 resmi terbentuk melalui Konferda yang berlangsung di Grand Inna Bali Beach Sanur, Sabtu (06/07/2019).

Dipimpin langsung oleh Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga Sukur H. Nababan, Wayan Koster akhirnya terpilih kembali memimpin “Moncong Putih” secara aklamasi.

Begitu juga dengan Sekretaris DPD I kembali dipercayakan ke IGN Jaya Negara sebelumnya menempati jabatan yang sama. Hanya posisi Bendahara DPD I yang berubah. Dimana, Ni Putu Cinthya Indraningsih menggantikan Putu Mangku Mertayasa. Diketahui, Putu Mangku Mertayasa menggantikan Dewa Nyoman Sukrawan yang dipecat oleh PDIP akibat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Buleleng tahun 2017 yang lalu.

Menurut Koster, pergantian jabatan Bendahara DPD I PDIP Bali bukan tanpa alasan. Lantaran, dirinya bersama dengan Putu Mangku Mertayasa sama-sama satu wilayah, yakni Buleleng. “Saya memang satu-satunya nama yang diusulkan oleh DPC, karena memang prestasi pada Pemilu serentak yang lalu. Karena Bendaraha yang lama (Putu Mangku Mertayasa) itu sama satu wilayah. Jadi harus ada perimbangan wilayah yang lain. Ketua dari Buleleng, Sekretaris dari Denpasar, Bendahara dari Badung,” akunya.

Sementara untuk jabatan Ketua DPC dikabupaten/kota se-Bali hamper secara keseluruhan tak ada perubahan. I Nyoman Giri Prasta yang juga Bupati Badung kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Badung. Ketua DPC PDIP Tabanan kembali dipegang I Komang Gede Sanjaya. Ketua DPC PDIP Jembrana dijabat I Made Kembang Hartawan. Ketua DPC PDIP Buleleng diemban Putu Agus Suradnyana. DPC PDIP Karangasem kembali dipercayakan kepada Gede Dana. Ketua DPC PDIP Klungkung kembali dijabat Anak Agung Gede Anom. Ketua DPC PDIP Gianyar dijabat Made Agus Mahayastra. Ketua DPC PDIP Bangli dijabat kembali oleh Sang Nyoman Sedana Arta. Ketua DPC PDIP Kota Denpasar dijabat lagi oleh I Gusti Ngurah Gede.

Bukan hanya itu saja, Koster juga memaparkan jika saat ini PDIP memiliki asset sebesar Rp. 5 Millyar dan Gedung (Sekretariat DPD I PDIP Bali) senilai Rp. 500 Juta rupiah. Kendati demikian, sampai saat ini masih mengontrak. Kedepan, dirinya berencana akan membangun Gedung baru dengan menggunakan tanah asset Provinsi yang ada di sekitar Renon Denpasar. Tak hanya kepada PDIP, kepada partai lain juga akan dilakukan yang sama dengan system dihibahkan. Akan tetapi, luasnya akan ditentukan jumlah kursi yang diperoleh di DPRD Bali. “Jadi tanah itu akan dihibahkan ke partai-partai politik. Jadi semua partai, tapi proposalnya sesuai dengan jumlah kursi, karena kita bisa dapat di provinsi, bisa dapat 30 are nanti. Kalau satu kursi, ya 5 are saja. Kita buat aturannya,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Sidang Formatur Sukur H. Nababan seusai menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mengaku, tak menyangka jika Konferda PDIP Bali penuh dengan kebersamaan dan kekeluargaan. “Senang sekali mimpin sidang PDIP Bali ini. Penuh dengan kebersamaan dan kekeluargaan. Semoga (PDIP) Bali ini bisa menjadi pelopor bagi daerah-daerah lainnya,” akunya. Selanjutnya, Sukur Nababan menyatakan akan menyampaikan seluruh proses tahapan, hasil, dan suasana Konferda ke Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri di Jakarta. (her)