POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah polemik pencopotan Ketua DPD II Partai Golkar, tak membuat Plt Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng IGK Kresna Budi gentar dalam melakukan konsolidasi. Hal ini terlihat dari rencananya untuk meregenerasi kepengurusan.

Saat dikonfirmasi, ia mengklaim jika regerasi atau penyegaran muncul dari para peserta pleno yang dirinya pimpin beberapa waktu yang lalu. “Saya adakan pleno, justru pengurus pleno menginginkan penyegaran. Ini aneh di Buleleng,” jelasnya, Minggu (23/06).

Menurutnya, alasan dibalik regenerasi kepengurusan dikarenakan selama ini kurang maksimal. Misalnya saja, setiap menggelar rapat tidak kuorum, dan banyak pengurus yang tidak aktiv. “Karena setiap mau Pleno gak pernah kuorum selama ini. Penyegaran ini justru datangnya dari pengurus pleno,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, Kresna Budi menceritakan kondisi saat Ketut Sudikerta memimpin Partai Golkar Bali, dirinya merasa ditelikung. Pasalnya, usai Putu Singyen mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng, DPD I Partai Golkar Bali menunjuk I Made Adi Djaya sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng. Terkait hal itu, Kresna Budi menilai seharusnya ia yang ditunjuk sebagai Plt. Pasalnya, dirinya saat itu sebagai Korwil Pemenangan Buleleng. Jika dikaitkan dengan polemic yang terjadi saat ini, ia meminta kepada seluruh kader agar belajar berkaca pada pengalaman.

“Serajahnya, Plt (Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng) seharusnya saya. Ternyata saya ditelikung oleh Pak Sudikerta. Saya gak marah, karena penunjukan Plt adalah wewenang DPD I. Kalaupun secara hirarki, saya lah Korwilnya, diberikan kepada Pak Adi Djaya. Saya tidak marah, justru saya mendukung,” akunya.

Mengenai keinginan regenerasi tersebut, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, sekaligus menyampaikan dukungan untuk maju mencalonkan diri pada Munas Partai Golkar. Hasilnya, Ketum berpesan untuk menjalankan aturan dan mekanisme serta tetap menjaga kondusivitas partai. “Pada waktu itu, beliau hanya mengatakan kalaupun ada riak-riak dari luar, ya diperhatikan lah. Yang penting kondusivitas partai selalu dijaga,” tandasnya.

Kendati demikian, dirinya masih belum mengetahui mana saja yang akan dilakukan perombakan. Ia bersama pengurus lain masih akan menggelar rapat lanjutan. “Saya tidak melakukan sewenang-wenang nanti, kita akan berdasarkan masukan dari temen-temen dibawah maupun diatas,” tutur Anggota Komisi I DPRD Bali ini. (her)