JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Hingga kini calon Ketua DPRD Bali masih belum diketahui secara pasti. PDIP sebagai partai pemenang terus membahas siapa saja yang akan diusulkan. Beberapa kandidat muncul ke permukaan yakni I Nyoman Adi Wiryatama, Putu Mangku Mertayasa, dan Kadek Diana.

Diketahui, I Nyoman Adi Wiryatama merupakan Ketua DPRD Bali periode 2014-2019 dan juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) PDIP Bali. Sementara Putu Mangku Mertayasa merupakan Bendahara DPD PDIP Bali, sedangkan Kadek Diana merupakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali periode 2014-2019 sekaligus peroleh suara terbanyak kedua pada Pileg 2019 dari Dapil Gianyar.

Terkait hal itu, PDIP Bali rencananya akan menyampaikan usulan dan membahasnya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta, Selasa (18/06). Ketua DPP PDIP sekaligus Korwil Bali DPP PDIP Made Urip saat dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini belum ada perkembangan mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Ketua DPRD. "Belum-belum. Nanti kan dibicarakan syarat-syaratnya di Rakernas, siapa yang pantas," jelasnya, Senin (17/06).

Sesuai dengan aturan partai, syarat-syaratnya meliputi senioritas, jabatan distruktur, kinerja, pengalaman. Sehingga suara terbanyak tak menjadi ukuran ataupun jaminan untuk bisa meraih posisi Ketua Dewan. "Kalau di provinsi, kalau Ketua DPD-nya nyalon, jelas dia mendapatkan prioritas. Kalau di Bali kan Pak (Wayan) Koster sudah Gubernur. Pak Jaya Negara (Sekretaris) kan sudah Wakil Walikota. Dan juga pengurus yang lain punya kesempatan, seperti Bendahara," akunya.

Saat ditanya mengenai nama-nama yang paling berpeluang, Anggota Komisi IV DPR RI ini menyebut Ketua DPRD Bali saat ini tak menutup kemungkinan akan kembali ditunjuk. Bukan tanpa alasan, mantan Bupati Tabanan dua periode itu memiliki hampir semua persyaratan yang ditetapkan oleh partai. "Ya saya rasa dia (Adi Wiryatama) punya kans yang cukup besar untuk bisa lagi menduduki kursi Ketua DPRD Bali. Dia punya pengalaman, senior dipartai. Kan gitu," pungkasnya.

Sementara itu, Adi Wiryatama saat dihubungi mengaku tak siap ditempatkan dimana saja. Bahkan, dirinya mengibaratkan sebagaiseorang prajurit harus siap tempur ditempatkan diposisi manapun.

“Biasa-biasa saja. Kalau saya dipercaya oleh Pimpinan, selaku prajurit saya wajib melaksanakan dengan baik. Kalau tidak, tidak apa-apa, iklhas. Karena prajurit sudah diajarkan ideologis dari kecil dan ikhlas mengambil pekerjaan. Baik di depan maupun dibelakang, dimana saja, sama,” singkatnya. (her)