JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Bocornya obrolan 'panas' di group WhatsApp (WA) Partai Gerindra kini seolah menjadi bumerang. Perbincangan yang berakhir dengan didepaknya Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dari group tersebut direspon mengejutkan.

Kamis (23/5/2019), Suwirta akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai yang sudah dua kali mengusungnya di Pilkada Klungkung tersebut. Pengunduran Suwirta ini tentu didasari oleh sejumlah alasan. Diantaranya, ingin fokus menuntaskan visi misinya di periode kedua ini. Ia pun merasa diberi jalan, pasca beredar obrolan di group WA yang berbuntut dengan dikeluarkannya dirinya sebagai anggota. Menurutnya, hal inilah yang paling mengagetkan dan sangat disayangkan. Sehingga Suwirta berkesimpulan bahwa Gerindra memang sudah tidak membutuhkannya lagi. 

"Tiba-tiba saya ingin komen di (group WA) Gerindra tapi tahu-tahu saya sudah dikeluarkan. Saya sudah dikeluarkan saya kaget, saya tanya temen katanya bulan April sudah dikeluarkan, saya kaget bukan main," ungkapnya. 

Di samping itu, bupati asal Nusa Ceningan ini juga mengaku tahu diri. Pasalnya selama berstatus sebagai kader Gerindra, belum dapat berbuat banyak untuk partai. Dirinya mengakui bukan kader militan, bahkan kerap tidak bisa hadir saat kader-kader lain menggelar pertemuan. "Dengan kejadian ini, berarti mereka memberi jalan. Saya harus tahu diri. Karena saya bukan anggota partai yang militan, saya jarang ngurus partai, teman-teman kumpul saya tidak bisa hadir. Maka dari itu, saya sudah berpikir matang-matang dan ini tidak pengaruhi kesehatan saya. Keputusan ini mungkin akan direpresentasikan kemana, tapi saya hanya ingin fokus kerja jadi bupati, sehingga saya akan ambil keputusan mengundurkan diri dari Gerindra. Surat pengunduran diri sudah saya tanda tangani," ujarnya seraya menegaskan, penguduran dirinya ini tanpa tekanan dari pihak manapun. 

Meski demikian, Suwirta mengatakan tidak akan menyerahkan surat pengunduran diri tersebut secara langsung ke DPC Gerindra. Ia mengaku sangat sensitif untuk hal-hal demikian, dan juga ada perasaan tidak tega. "Kenapa saya tidak ke DPC, karena saya orangnya sensitif, saya tidak tega lihat situasi ini. Saya tahu diri sekali," lanjutnya.

Tak lupa dirinya juga meminta maaf kepada seluruh kader Gerindra yang sudah mendukungnya selama ini. Demikian juga kepada Ketua DPC Gerindra, I Wayan Baru dan juga Ketut Juliarta yang mengeluarkannya dari group WA. 

Lebih lanjut Suwirta mengatakan, meskipun keluar dari Gerindra, bukan berarti dirinya akan berpindah ke partai lain. Justru moment ini akan dimanfaatkan untuk menenangkan diri, fokus sebagai bupati dan juga kesehatannya. "Tentu saya juga minta maaf saya lakukan langkah ini. Pak Baru adalah teman saya, Jualiarta juga teman saya. Pilpres pileg juga saya tidak bisa berbuat banyak. Pengurus DPD dan DPC juga mohon dimaklumi karena saya juga punya hak pribadi untuk hidup lebih tenang. Fokus pimpin Klungkung dan fokus urus kesehatan saya," imbuhnya. 

Sedangkan saat disingung mengenai 'nasib' hubungan bupati dengan Partai Gerindra di DPRD Klungkung, Suwirta menanggapinya dengan santai. Dirinya optimis Gerindra adalah partai yang konsisten. Jika hitam akan dikatakan hitam, demikian sebaliknya jika putih akan dikatakan putih. Sehingga Suwirta tidak merasa khawatir jika Gerindra memutuskan untuk menjadi partai oposisi. Demikian juga dengan hubungannya bersama Wakil Bupati, I Made Kasta yang notabene masih tercatat sebagai kader Gerindra. Menurutnya, hubungan antara bupati dan wakil sudah seperti suami dan istri. Sehingga tetap akan harmonis seperti sebelumnya. (dia/Fajar Bali)