JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Akibat pendistribusian logistik pemilu ke Kabupaten Buleleng terlambat, persiapan pencoblosan di TPS menjadi terhambat. Contohnya saja, pencoblosan yang seharusnya dilaksanakan pukul 07.00 wita molor hingga pukul 13.00 wita, beberapa TPS ada yang molor hingga Pukul 09.00 wita.

Bahkan, logistic yang diterima tertukar hingga tidak lengkap. Hal itu tentunya membuat masyarakat yang sudah siap melakukan coblosan harus menunggu datangnya logistik suaulan kelengkapan dari KPU Buleleng.

Informasi dihimpun, pengiriman logistic terakhir, dari gudang KPU Buleleng di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, baru terlaksana Rabu pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Tujuan pengiriman logisik terakhir adalah 12 kelurahan dari 17 kelurahan di Kecamatan Buleleng. Salah satu dari 12 kelurahan itu adalah Kelurahan Banyuning.  Akibat beberapa TPS di Kelurahan Banyuning, tidak bisa melaksanakan pencoblosan tepat waktu pukul 07.00 Wita. Pelaksanaan coblosan baru bisa dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wita, karena harus menggecek dan penghitungan jumlah surat suara dan formulir lainnya.

"Begitu logistic diterima di PPS, kami langsung mendistribusikan ke seluruh TPS hingga pukul 08.00 wita. Di sini (Kelurahan Banyuning,Red) ada sebanyak 51 TPS,” terang salah satu anggota PPS Kelurahan Banyuning, Ida Komang Cakra.

Menurutnya, kekroditan pendistribusian logistic baru pertamakali terjadi sejak dilaksanakannya pesta demokrasi. Akibat kekroditan itu, pelaksanaan pemungutan suara baru terlaksana pukul 09.00 Wita. “Karena krodit logistic, pelaksanaan baru bisa dilakukan di atas pukul 08.00 Wita. Ini pertamakali terjadi kekorditan seperti ini, padahal kami dan KPPS sudah siap sejak pagi,” ungkap Ida Komang Cakra.

Akibat keterlambatan itu berdampak pada antrian pemilih di sejumlah TPS, seperti TPS 6, 22, 23 dan 24 Kelurahan Banyuning. Sementara Ketua Bawaslu Bali, Ketut Aryani menyebut, keterlambatan itu dikhawatirkan merembet ke tingkat paritisipasinya. Karena ada informasi, warga yang tadinya sudah datang ke TPS, karena coblosan belum mulai memilih pulang, namun tidak datang lagi ke TPS."Yang kami takutkan masyarakat sudah menyempatkan diri datang ke TPS namun belum dilaksanakan coblosan sehingga masyarakat harus pulang dan tidak kembali lagi untuk dilakukan pencoblosan dan akhirnya partisifasi masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya kurang," terangnya.

Terkait dengan adanya hal tersebut apakan ada unsur pelanggaran pemilu? Ariani menyebutkan dengan adanya hal itu pihaknya tidak mengatakan adanya unsur pelanggaran dalam pemilu."Kalau dibilang pelanggaran tidak ada namun hal ini kami melihat ada pelanggaran kode etik yang terkandung,"jelasnya lagi.

Ditempat terpisah, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Lidartawan menegaskan, keterlambatan pendistribusian logistic di Kabupaten Buleleng sebagai akibat buruknya manajemen KPU dan pihak Sekretariat KPU. Bahkan dengan adanya hak ith pihaknya mengakui sudah mengusulkan kepada Bupati Buleleng agar segera melakukan pergantian terhadap Sekretaris KPU Buleleng Putu Aswina.

"Hal ini akibat kurang kontrolnya menejemen KPU Buleleng dan bahkan kami sudah mengusulkan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana agar mengganti Sekretaris KPU karena bila hal ini dibiarkan kalau melaksanaan pemilu lagi tentunya akan tambah tifak beres," jelasnya.

Lindartawan menyebut, keterlambatan pendistribusian logistic tersebut tidak sampai ke ranah Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP)."Tidak sampai disanalah ini kami lihat kesalahan sekretaris KPU saja bukan anggota KPU,"tambahnya. Kekacauan pendistribusian logistic juga berpengaruh kepada kelengkapan komponen logistic. Dibeberapa tempat, ada surat suara tertukar, disamping itu ada pula formulir C1 Plano yang tidak ada. Formulir ini untuk pecatatan hasil penghitungan perolehan suara. Salah satunya terjadi di TPS 2 Paket Agung, Kelurahan Paket Agung – TPS dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyalurkan hak pilihnya. Di TPS ini, Formulir C1 untuk Pilpres, DPD RI, DPR RI dan DPRD Provinsi Bali sama sekali kosong. Penghitungan akhirnya menggunakan kertas manila. (ags)