JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Niat baik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli, meminta nama-nama saksi yang ditugaskan di TPS untuk diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan dibekali buku panduan, justru terkesan dicuekin oleh Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 di Bangli.

Terbukti hingga habis batas waktu yang diberikan, dari 16 Parpol di Bangli baru satu parpol yang menyetorkan nama-nama saksinya. Padahal, Bawaslu sendiri sudah melayangkan surat permintaan tersebut jauh hari sebelumnya. Hal ini diakui, Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Purna, usai menggelar kegiatan fasilitasi dan koordinasi dengan mitra kerja, Kamis (14/3/2019).

Disampaikan, pihaknya sudah menyurati ke-16 Parpol peserta pemilu di Bangli sejak 28 Februari lalu untuk meminta menyetorkan nama-nama saksi untuk diberikan bimbingan teknis (Bimtek) tentang pengawasan di TPS.

“Sesuai amanat undang-undang, Bawaslu diberikan tugas dan tanggung jawab membimtek para saksi peserta pemilu agar terjadi kesamaan persepsi dalam mengawal jalannya pemilihan di TPS,” ungkapnya.

Yang mana Bimtek, nantinya akan diberikan Bawaslu melalui Panwascam di wilayah masing-masing. Tak hanya diberikan bimtek, para saksi peserta pemilu tersebut nantinya juga akan dibekali buku saku sebagai panduan.

“Namun hingga saat ini, baru ada satu parpol yang telah menanggapinya dengan menyetorkan nama-nama saksi yang diminta. Satu parpol lainnya merespon surat permintaan Bawaslu dengan mengirimkan surat balasan saja,” ungkapnya. Padahal, pihak Bawaslu Bangli telah minta semuanya menyetorkan nama-nama saksinya paling lambat tanggal 5 Maret 2019.

Atas realitas tersebut, Purna mengakui bahwa ada kesan sejumlah parpol di Bangli sengaja merahasiakan nama-nama saksinya. Alasannya, tidak diketahui secara pasti. Padahal menurut Purna, soal saksi semestinya tidak hal yang harus dirahasiakan parpol.

“Nantinya saksi itu kan juga akan kelihatan saat pemilu. Tidak ada saksi itu bersifat rahasia. Tapi kembali lagi itu intern mereka. Kami hanya mohon parpol agar membalas surat kami. Nanti di surat itu dijelaskan alasannya kalaupun ada kerasiahaan,” terangnya. Oleh karena itu, pihak Bawaslu Bangli terpaksa memberikan perpanjangan waktu kepada para parpol untuk segera menyetorkan kembali nama-nama saksi ke Bawaslu hingga tanggal 20 Maret mendatang.

Sementara sejumlah perwakilan Parpol yang hadir saat itu mengaku belum menyetorkan nama saksi karena merupakan urusan internal partai bersangkutan. Sebab,menurutnya, yang penting pada hari H, para saksi mereka telah siap bertugas. I Nyoman Suwija salah seoarang perwakilan dari PDIP mengaku untuk kesiapan saksinya di TPS nanti, partainya telah melaksanakan pelatihan secara internal melalui badan saksi nasional.

“Kami tidak bermaksud menghambat kegiatan panwaslu. Silakan dilaksanakan dan kami di internal akan melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang KPU dan Panwaslu sebagai narasumber. Dan kami akan selalu kerjasama dengan penyelenggara pemilu,” tegasnya. Sedangkan dari perwakilan partai lain justru ada yang mengaku, belum menyetorkan nama-nama saksi karena khawatir, jika mendekati hari pencoblosan akan banyak saksinya yang mundur setelah mendapat Bimtek dari Bawaslu. (ard)