JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan bersilahturahmi dengan para Takmir Masjid dan Musholla se Kota Denpasar, Kuta, dan Kuta Selatan, di gedung Serba Guna Pesat Gatra Mapolresta Denpasar, Sabtu (9/3/2019).

Berbagai persoalan dibahas dalam pertemuan dari mulai menangkal paham radikalisme, pelarangan tempat suci dijadikan ajang kampanye oleh para pasangan calon (paslon), mengantisifasi isu hoak dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 hingga pemberantasan narkoba. 
Pertemuan dihadiri Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono, Pejabat Utama Polresta Denpasar, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar Ashari Muslih, Ketua Yayasan Masjid Baitulrahman Ustad H. Junaidi dan puluhan Takmir Masjid dan pimpinan Musholla se-Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan. 

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengungkapkan, maksud dan tujuan ini adalah silahturahmi dalam rangka mewujudkan lingkungan dakwah yang kondusif dalam menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 yang aman damai dan sejuk. 

Kombes Ruddi menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019 sudah berjalan kondusif. Ia berharap agar tidak ada niat untuk mengganti ideologi yang dilakukan oleh orang-orang tertentu. “Masalah hoak dan berita palsu menjadi topik utama dalam Pemilu kali ini seperti halnya tempat-tempat yang di anggap suci oleh masyarakat digunakan sebagai tempat kampanye,” terangnya. 

Diterangkannya, sesuai fakta menyampaikan bahwa Presiden Jokowi lahir tahun 1961, saat itu jaman belum ada Hoak. Oleh karenanya dia berharap masyarakat jaman sekarang jangan sampai termakan hasutan hoak. 

Mantan Kapolres Badung ini menghimbau kepada para tokoh masyarakat dan takmir masjid untuk menolak pelaksanaan kampanye di tempat suci. “Mari tolak paham radikalisme, intoleransi dan berita bohong atau Hoak,” ajak Kombes Ruddi.

Soal narkoba, Kombes Ruddi mengatakan semenjak dirinya menjabat Kapolresta Denpasar kasus narkoba mengalami penurunan sebanyak 37 persen. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat dan generasi muda menjauhi narkoba, menjahui berita bohong yang bisa membuat persatuan dalam keagamaan serta kesatuan dan kesatuan bangsa bisa terpecah belah.  

Sementara itu, larangan kampanye di Masjid diamini Sekretaris MUI Kota Denpasar Ashari Muslih yang mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Pileg dan Pilpres berjalan aman dan kondusif. 

“Saya berharap Masjid tidak menjadi tempat sebagai tempat politik praktis. Kalau kita mempolitisasi Masjid paling gampang untuk mengumpulkan orang-orang dan jangan sekali-kali masjid di pakai sebagai tempat mengkondisikan masyarakat,” ujarnya saat memberikan kata sambutan Ketua MUI Denpasar. (hen)