JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Beredarnya pemberitaan yang menyebut Ketua DPRD Klungkung akan melaporkan Wayan Muka Udiana karena dianggap mencemarkan nama baiknya, akhirnya ditanggapi oleh Udiana. 

Ditemui di Denpasar, Udiana mengaku tidak gentar dengan ancaman itu.  Bahkan Udiana mengatakan jika sikap WB (inisial) untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib itu sah sah saja. “Menurut saya apa yang dilakukan oleh dia (WB) itu sah sah saja,” ujar Udiana. 

Udiana juga terkesan santai saat beberapa kalangan menilai jika laporannya ke Kejaksaan terkait dugaan penyelewengan dana bansos dianggap sarat dengan muatan politik. ”Karena laporan kami pas di tahun politik, sudah pasti banyak pihak yang menilai ada muatan politiknya. Bagia saya pendapat ini juga sah sah saja,” bebernya. 

BACA JUGA:

Giliran Wayan Baru Polisikan Muka Udiana

Namun Udiana mengingatkan bahwa, selama ini dia tidak pernah terlibat dalam dunia politik, apalagi menjadi tim sukses salah satu pasangan calon presiden. Sehingga dia menegaskan bahwa apa yang dilakukan ini adalah murni kepeduliannya sebagai masyarakat. 

“Saya ikut politik tidak, saya menjadi tim sukses juga tidak, jadi silahkan saja kalau ada pihak yang menilai laporan saya penuh denga muatan politik. Namun yang pasti, laporan saya ini adalah murni kepedulian saya  sebagai masyarakat,”pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, I Wayan Muka Udiana, salah satu toko masyarakat Nusa Pemuda, Klungkung, Selasa (5/3) sekitar pukul 12.20 Wita mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejarti) Bali.

Udiana yang didampingi rekannya  mendatangi Kejati Bali untuk melaporkan adanya dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di Klungkung. Ditemui usai membuat laporan Udiana mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan korupsi bansos pembangunan pura, tepatnya lima titik pura, yang diduga tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Menurut Udiana seharusnya ada pura yang dibangun tapi faktanya penunjukkannya berbeda, bukan pura yang masuk dalam proposal, tapi pura dengan lokasi lain, padahal dana pembangunannya sudah cair.

Artinya dana yang semestinya diberikan kepada pura yang sesuai proposal tapi ini tidak,” kata Udiana usai menyerahkan laporan ke Kejati Bali, Selasa (5/3) lalu. 

Disebutkan Udiana bisa dikatakan pembangunan pura tersebut fiktif. Ada juga pura yang sudah mestinya dibangun, dananya cair, tapi sampai hari ini puranya belum jadi.

“Yang tidak masuk akal bagi saya selaku masyarakat penyelesaian pembangunan pura tersebut akan selesai dalam kurun waktu 15 hari. Budget pembangunan pura itu juga lumayan, ada yang Rp 36 juta, Rp100 juta, Rp200 bahkan ada yang senilai Rp700 juta. Jadi ini yang saya sampaikan dan laporkan ke Kejati untuk ditindak lanjuti,” tukasnya.

Padahal dijelaskan Udiana hingga kini masih banyak sebenarnya masyarakat di Nusa Penida yang membutuhkan bantuan tapi belum dapat, namun disatu sisi yang sudah dapat tidak digunakan dengan baik. “Kita berharap ada pemeriksaan dari Kejati Bali secara baik, benar sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini diungkapkan siapa aktor yang mengontrol bansos yang dilaporkan pihaknya, diduga dilakukan oleh WB yang tidak lain Ketua DPRD Klungkung. Ia berharap dengan masuknya laporan ke Kejati agar yang bersangkutan mengkroscek dan mempertanggungjawabkan hal itu semua.

“Apa yang dilakukan WB itu merupakan tindak pidana korupsi atau penyelewengan, semua kita serahkan kepada hasil pemeriksaan Kejati,” katanya tanpa menuding.

Udiana juga mengatakan, meskipun dirinya bukan termasuk dalam pembangunan pura tersebut, tapi dirinya selaku masyarakat Nusa Penida punya kepedulian, apakah salah saya seperti itu? Katanya bertanya

Atas laporan itu, WB yang merupakan Ketua DPRD Klungkung langsung beraksi dan mengancam akan melaporkan I Wayan Muka Udiana ke pihak yang berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik. (eli)