JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Mantra-Kerta Kembali Tegaskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

PILGUB BALI 2018
Typography
MANGUPURA-fajarbali.com | Pasangan Calon Gubernur Bali Nomor Urut Dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) menggelar kampanye dialogis di Amphiteater Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta Selatan Hari Minggu (25/3/2018).
Salah satu aspirasi yang datang dari warga adalah mengenai komitmen terhadap Reklamasi Teluk Benoa. Dalam kesempatan itu, Rai Mantra mengatakan sejak tahun 2013 telah menolak reklamasi Teluk Benoa. Bwrbagai kajian telah menunjukan proyek ini tidak layak diteruskan. "Dari awal di Denpasar sudah tegas menolak dan sudah saya sampaikan berkali-kali, tinggal bagaimana kita bergerak bersama," kata Rai Mantra. Dalam kesempatan yang sama Ketut Sudikerta juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya adacsejumlah dampak buruk yang timbul jika reklamasi teluk Benoa dipaksakan. Pertama, jika reklamasi berjalan maka akan muncul akomodasi hotel baru. Dengan sendirinya akan memicu persaingan harga yang tidak sehat. "Nanti akan banting-bantingan harga, itu akan bersampak buruk bagi iklim usaha di Kuta Selatan," ujar Sudikerta. Kedua menurutnya reklamasi akan memicu berdatangannya tenaga kerja asing dalam jumlah besar. Kemudian terjadi persaingan dengan mssyarakat lokal setempat. "Nanti warga lokal malah tergusur akibat reklamasi," tandasnya. Ketiga menurutnya kemacetan. Dengan kondisi sekarang saja sudah macet parah. Apalagi jika adanya reklamasi, maka semakin krodit. Menurutnya jauh lebih naik jika pembangunan akomodasi baru diarahkan ke Bali Utara misalnya Buleleng. Sehingga terjadi pemerataan dan tidak terjadi penumpukan di Bali Selatan. "Solusinya kalau tidak teklamasi adalah kita bangun Bali Utara sehingga terjadi pemerataan. Apalagi di sana ada tanah milik pemrov yang luasnya ratusan hektar, jadi tidak perlu reklamasi," pungkasnya. (her)