JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Resufle kepengurusan Partai Golkar Bali yang dilakukan oleh Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih tampaknya akan berbuntut panjang.

Pasalnya, sejumlah sesepuh partai meminta supaya kader yang dilengserkan segera melakukan gugatan ke Mahkamah Partai. 

Tak hanya itu saja, sesepuh partai juga meminta kepada Demer (panggilan akrab Gde Sumarjaya Linggih) untuk tidak mengambil langkah-langkah yang justru akan membuat ricuh internal Partai.

"Saya sangat menyayangkan adanya reshuffle. Karena dari segi aturan organisasi itu menyimpang. Poinnya Demer salah dalam hal ini, mengambil langkah itu. Sebab, kalau di Golkar itu kekeluargaan agar tidak terjadi kekisruhan. Tidak ada yang menolak plt. Tapi tugas plt adalah melaksanakan musdalub. Jangan membuat langkah-langkah yang membuat ricuh ke dalam," kata sesepuh Partai Golkar I Gusti Made Perasu, Kamis (7/2/2019).

Ia menyatakan, pihaknya tak menolak adanya Plt. Akan tetapi, sesuai dengan tugas di SK DPP Partai Golkar tentang Plt, Musyawarah Daerah Luar biasa (Musdalub) harus segera dilaksanakan. 

"Saya minta Pak Demer untuk tidak membuat masalah yang lebih runyam lagi. Saya menghimbau agar diciptakan kondisi yang kondusif agar Partai Golkar bisa mencapai target tiga besar di tingkat nasional," terangnya. 

Seharusnya, lanjut dia, Demer bisa menciptakan suasana kondusif. Tak bisa ditawar lagi, seusai Pileg dan Pilpres mau tidak mau, Musdalub harus digelar. Dirinya juga mengakui jika Musdalub digelar sebelum Pileg memang sangat riskan. 

"Silahkan ke mahkamah partai  Atau ke DPP untuk melaporkan bahwa itu tidak benar. Bahwa kita protes, senior-senior di Partai Golkar Bali pun protes itu. Saya mendorong agar (mengadu ke Mahkamah Partai Golkar dan ke DPP-red) segera dilakukan untuk menunjukkan bahwa reshuffle itu tidak benar," ucapnya. 

Terakhir, Perasu juga berharap jika kader Partai Golkar yang dilengserkan dari jabatannya bisa dikembalikan ke struktur kepengurusan seperti awal. Setidaknya hingga sampai digelarnya Musdalub. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sesepuh Partai Golkar lainnya Gusti Ngurah Anom. Ia mendesak agar digelar Musdalub. "Dengan kondisi yang mulai tidak stabil ini saya mengingatkan kepada DPD agar kembali kepada tugas yang diberikan oleh DPP. Tugas yang pasti adalah melaksanakan musdalub. Tidak melakukan langkah-langkah secara drastis yang menyebabkan internal Golkar mengalami suasana yang kurang baik,” tambahnya. (her)