JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Peringatan HUT ke-54 Partai Golkar di Bali, Rabu (19/12/2018), diwarnai aksi protes dari sejumlah kader. Para kader meminta kepada DPP agar segera melaksanakan Musyawarah Daerah Luar biasa (Musdalub).

Dengan membawa spanduk bertuliskan desakan untuk Musdalub dipercepat, acara Peringatan HUT ke-54 Partai Golkar yang semula dirangkai dengan 'Evaluasi, Strategi dan Monitoring Pileg dan Pilpres 2019 serta Pelantikan Badan Hukum dan HAM (Bakumham) DPD I Golkar Bali ini berjalan lancar dan baik, bahkan ketika Ketua Korbid Kepartaian DPP Golkar, Ibnu Munzir dan Plt. Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih tiba di halaman sekretariat DPD I Golkar Provinsi Bali, serta disambut alunan gamelan Baleganjur dan pengalungan bunga, tiba-tiba berubah tegang.

Setelah acara potong tumpeng, ratusan kader yang hadir dan memenuhi Halaman DPD I Golkar Provinsi Bali, mulai merapat ke Wantilan DPD I. 

Suasana langsung berubah gaduh dan riuh. Namun, Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer dipersilakan oleh pembawa acara untuk menyampaikan sambutan dari atas podium. Saat itulah, ratusan kader yang hadir langsung membentangkan spanduk yang berisi desakan Musdalub. 

 'PENUNDAAN MUSDALUB ADA APA???...', 'AMANKAN SK PLT NO 362 Jeg Enggalin MUSDALUB,' isi salah satu spanduk. 

Suasana semakin memanas saat tokoh senior Golkar Bangli yang juga Dewan Penasehat DPD II Golkar Bangli, Wayan Mantik berorasi di halaman Kantor Golkar Bali. Dirinya minta Demer untuk melaksanakan amanat dalam Surat Keputusan Nomor: KEP-362/DPP/GOLKAR/XII/2018 Tentang Pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu.

"Segera laksanakan Musdalub! Jangan tunda-tunda! Jangan pecah belah kader!," teriak Mantik.

Mendengar desakan tersebut, pria yang akrab disapa Demer ini mengajak Ketua Korbid Kepartaian DPP Golkar, Ibnu Munzir ke ruangan Ketua DPD I Partai Golkar Bali. Namun, teriakan dari para kader terus berlanjut. 

Ketua Korbid. Kepartaian DPP Golkar, Ibnu Munzir mengatakan pihaknya menghormati terkait demonstrasi tersebut. Ia mengaku bahwa hal tersebut merupakan bagian dari wujud demokrasi yang ada di tubuh Golkar. "Jadi yang pertama dinamika dalam Partai Golkar ini cukup tinggi, tapi itu biasa sebagai wujud demokrasi berjalan seperti yang kita harapkan. Jadi lumrah saja kalau ada aspirasi yang berkembang," katanya saat jumpa pers.

Ditunjuknya Plt untuk menggantikan Ketut Sudikerta yang diberhentikan akibat kasus yang menimpanya diklaim telah melalui mekanisme dan aturan yang berlaku di partai. Munzir juga tak memungkiri Plt juga ditugaskan untuk mempersiapkan Musdalub. Hanya saja bukan dalam waktu ini.

"Kemudian dalam pemberian kewenangan, Plt. itu sebenarnya kewenangannya sama seperti ketua pengurus DPD, yang membedakan itu hanya periodeisasi kepengurusan. Bahwa plt itu bersifat sementara untuk menata periodeisasi kepengurusan, dia melakukan kondolidasi sampai terlaksananya Musda," ucap dia.

Hanya saja, pihaknya masih mengkaji terkait berbagai aspirasi yang berkembang berkaitan dengan pelaksanaan Musdalub. Termasuk dengan wacana pelaksanaan Musdalub dipercepat sebelum atau usai Pemilu 2019. "Arus kuat itu ada mekanisme itu akan kita lakukan langkah sesuai mekanisme," tegasnya.

Sementara itu, Plt. Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku tidak hanya menerima aspirasi mempercepat Musdalub sebelum Pemilu 2019, tetapi juga aspirasi pelaksanaan Musdslub usai Pemilu 2019. Seperti diketahui, delapan DPD II minus Gianyar diantaranya mendesak Musdslub sebelum Pemilu 2019. 

"Saya menerima beberapa aspirasi dari PK-PK, dari masyarakat, ada juga aspirasinya, jadi aspirasi yang berkembang kita akan kaji. Saya juga Ketua PP Bali, Ketua Plt. juga, akan kaji, bener gak ini aspirasi DPD II, atau hanya sepihak, atau mekanisme aturan, dan sebagainya, itu kita pelajari semua," pungkasnya. (her)