JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kondisi internal Partai Golkar Bali sejak munculnya wacana Musyawarah Daerah Luar biasa (Musdalub) dengan agenda Pemilihan Ketua DPD I sempat berlangsung memanas.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari kader senior Partai Golkar Bali Ketut Suwandi. Dirinya mengaku sangat prihatin dengan kondisi Partai Golkar Bali pasca Ketua DPD I Ketut Sudikerta lengser.

"Saya sebagai kader Golkar yang diseniorkan oleh masyarakat cukup prihatin melihat, membaca, dan memperhatikan kondisi Golkar Bali pada saat ini," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (18/12/2018).

Politisi yang dijuluki 'Jendral Kota' ini menilai seperti ada pengelompokan di internal Golkar Bali. Hal itu dampak dari penetapan tersangka terhadap Ketut Sudikerta oleh Polda Bali beberapa waktu yang lalu. Termasuk adanya Surat Keputusan (SK) DPP tentang pengangkatan Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali. 

"Seperti terjadi pengelompokan akibat kasusnya Pak (Ketut) Sudikerta, munculnya SK Plt dari DPP," terangnya. 

Plt, lanjut Suwandi, memang kewenangan dari DPP. Dimana, salah satu isinya, Plt mempersiapkan Musdalub. Maka dari itu, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih harus menyikapi usulan-usulan DPD II. "Itu memang tugas dan mandat pemegang mandat SK," tandasnya. 

Tak hanya itu saja, Ketua Komisi II DPRD Bali ini juga mengharapkan kepada elit Partai Golkar Bali agar tak saling membenturkan kader yang justru akan merusak citra partai itu sendiri.

"Silakan duduk bersama seluruh elemen untuk mencari solusi tentang pro kontra ini. Jangan justru kader dibenturkan satu sama lain. Justru menambah ambruknya Partai Golkar dan citra buruk dimasyarakat Bali," tegas Suwandi. 

Menurutnya, jika kondisi seperti ini dibiarkan dan tidak segera disikapi, justru akan berdampak pada elektabilitas Partai Golkar pada Pileg 2019 mendatang. Sehingga perlu adanya soliditas, kekompakan, dan tak saling dibenturkan antar para kader.

"Omong kosong dengan kondisi begini bisa membesarkan partai untuk meraih kemenangan di Pilkada yang akan datang, khususnya Pileg. Duduk bersama kembali, sikapi dengan kepala dingin, dengan satu kata dan pemikiran untuk membesarkan partai," pungkasnya. (her)