JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Keterwakilan perempuan dalam kursi legislatif tidak sebanding dengan keterwakilan para pria. Salah satu calon legislatif (caleg) perempuan kelahiran Dharma Agung, Kecamatan Kubu, Karangasem, Wayan Purwani memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru sekaligus  pengelola Yayasan Tunas Widia Kumara di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal tersebut ikut dalam bursa caleg ditingkat pusat dari Daerah Pemilihan Bali. Darah politik Purwani mengalir dari bapaknya  yakni Nengah Tantra  yang pernah duduk di DPR RI Tahun 1977.

Purwani yang digaet menjadi Calon DPR RI dari Partai Gerindra ini saat dihubungi, Minggu (2/12/2018) mengatakan, dirinya terjuan kedunia politik  bukan untuk iseng-iseng belaka. Namun, ada misi yang ingin dicapai ketika nanti berhasil lolos ke kursi legislatif.

"Terus terang,  saya miris kaum wanita Bali dikesampingkan dalam dunia politik. Padahal potensi wanita Bali luar biasa  sudah terkenal mereka bekerja ulet dan dengan setulus hati. Ini lah salah satu menjadi  dorongan saya untuk terjun di dunia politik. Perempuan Bali dalam kancah politik sepertinya di tabukan, meski kesibukan dan rutinitas sehari-hari mereka berkutat pada kegiatan adat,” ujarnya.

Lebih lanjut istri dari Ketua Badan Kehormatan DPRD Badung, Nyoman Sentana ini juga mengungkapkan, jika direstui masyarakat Bali, pihaknya ingin membangun serta memperjuangkan hak-hak di dunia pendidikan di Bali yang mesti didapat dari pemerintah pusat. Mengingat, belum semua pemerintah daerah memiliki APBD yang besar untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan di daerah mereka.

"Jika kita lihat postur APBD daerah-daerah di Bali memang ada yang telah menganggarkan 20 persen atau lebih APBD nya ke sektor pendidikan. Anggaran pendidikan tersebut sepertinya terserap lebih banyak gaji dan BOS, tidak ke urusan pendidikan. Maka itu, perlu ada perjuangan untuk mendapatkan Dana Alokasi Kusus di Pusat untuk membangun gedung-gedung sekolah di daerah yang APBD-nya masih kecil di Bali," ungkap perempuan kelahiran tahun 1974 tersebut. (put)