JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Ditetapkannya Ketua DPD I Partai Golkar Bali sekaligus mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Bali atas dugaan perkara penipuan, penggelapan, pemalsuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) beberapa waktu yang lalu mengagetkan sejumlah pihak.

Penetapan tersebut dinilai akan berpengaruh terhadap elektabilitas dan internal Partai Golkar. Menyikapi hal itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, jika kasus yang menimpa Ketut Sudikerta merupakan diluar kewenangan partai. Sehingga, tidak begitu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap internal maupun elektabilitas.

“Kalau untuk Golkar, walaupun berpengaruh tapi tidak terlalu signifikan. Karena kader kita kan sudah bekerja sejak lama. Tapi kalau untuk Pak Sudikerta pribadi ada pengaruhnya mungkin,” terangnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/12/2018).

Begitu juga dengan internal Partai Golkar sendiri. Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini menilai masih solid. Seluruh jajaran pengurus dan kader tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan intruksi dan arahan partai.

“Tidak masalah, karena di Golkar tetap semua berlaku system berlaku. System dimana melalui mekanisme itu kita tunduk,” akunya. Apapun yang terjadi, Sugawa menegaskan akan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme dan peraturan organisasi.

Terkait sikap Golkar sendiri, pihak masih menunggu arahan dari Ketut Sudikerta selaku Ketua Partai. Apakah nantinya perlu pendampingan ataupun bantuan dari partai. Mengingat, kasus yang menimpa bukan ranah partai melainkan pribadi.

“Itu kan sangat bergantung dari Pak Sudikerta. Jadi, apakah akan minta bantuan internal Golkar atau beliau sudah punya sendiri. Itu kan bukan dalam konteks dalam menjalankan tugas partai,” terangnya. (her)