JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Silaturahmi Dengan Dir Intelkam Polda Bali, Ini Yang Disampaikan PKS

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Polda Bali terus melakukan sinergi dengan partai politik. Kali ini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi tujuan sinergi. Sinergi yang dibalut dengan acara silatrahmi tersebut dilakukan di Rumah Makan sekitaran Renon Denpasar, Selasa (23/10/2018).

Direktur Intelkam Polda Bali Kombes (Pol) Akhmad Jamal Yuliarto di hadapan jajaran Pengurus DPW PKS Bali mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar silaturahmi dengan seluruh partai politik yang ada di Bali. ini dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dengan stakeholder menjelang Pemilu 2019 mendatang.

"Tujuannya silaturahim, menyambung tali persaudaraan. Menyambut ke depan ini ada pesta demokrasi, Pileg maupun Pilpres," katanya.

Polda Bali berharap, dengan adanya pertemuan dengan partai politik, sinergi akan terus terjalin dengan baik. Dir Intelkam Polda Bali juga meminta kepada seluruh jajaran partai politik untuk berpolitik santun dan ikut menjaga Bali. Dirinya juga mengajak semua pihak untuk menolak hoax, ujaran kebencian, SARA, dan politisasi agama.

"Kami butuh sinergitas dengan semua kalangan, kalau tidak dibantu polisi repot, apalagi sekarang ada hate speech, black campaign, hoax. Saya harap dengan peretmuan ini, kita bersama-sama menjaga Bali. Berharap juga adanya sinergitas antara kepolisian dengan partai politik," harapnya.

Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa pada setiap hajatan Pilkada, kepolisian akan tetap bersikap netral. Siapa pun yang nantinya akan terpilih sebagai presiden, kepolisian akan tetap loyal dan setia.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Bali Hilmun Nabi menjelaskan, partainya terus berkomitmen untuk menciptakan dan menjaga kondusifitas serta keyamanan bagi Bali. Mengingat, pariwisata merupakan sektor perekonomian yang paling penting di Bali.

"Pada prinsipnya kami siap menjaga kondusifitas di Bali, seperti kita ketahui bersama bahwa rasa aman di Bali merupakan hal yang harus kita jaga, karena PAD kita merupakan banyak dari pariwisata. Kami komit mentaati aturan-aturan yang ada terkait pemilu dan pilpres, kami tetap menjadi pegiat demokrasi yang komitmen terkait hal tersebut," jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Denpasar ini juga menegaskan bahwa PKS tak akan menggunakan cara-cara negative dalam berkampanye. Seperti hoax, politisasi agama dan SARA. Terlebih, PKS sangat terbuka bagi siapa saja. Bukan hanya kalangan Islam saja, melainkan dari agama lain. Contohnya seperti di Kabupaten Gianyar. Dimana, Ketua DPC PKS Kabupaten Gianyar merupakan penduduk asli Bali.

"Kami mengutamakan politik santun dan positif, kami komitmen tidak mempolitisir agama, isu-isu SARA, kami menjauhkan itu. Contohnya Ketua PKS Gianyar orang Bali, Pak Ngakan Made Rai. Jadi, tidak benar bahwa PKS tidak untuk umat Islam saja, di NTT malah mayoritas banyak yang pendeta," tandasnya.

Usai melakukan sinergi dan silaturahmi dengan Dir Intelkam Polda Bali, PKS juga melakukan ikrar pernyataan menolak adanya Hoax dan ujaran kebencian pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. W-011