JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Beli Peraga Kampanye,  KPU Tabanan Tunggu Anggaran KPU Pusat

POLITIK
Typography

TABANAN-fajarbali.com | KPU Tabanan menggelar Sosialisasi Tahapan Kampanye Pemilihan Umum 2019, di Ruang Rapat KPU Tabanan, Rabu (26/9/2018), yang dihadiri pihak Polres Tabanan, Kesbangpol, Kesatuan Polisi Pamong Praja, Kominfo, Liaison officer (LO) calon DPD RI, dan Ketua Partai Politik beserta satu anggota yang membidangi kampanye.

Dalam hasil rapatnya terungkap KPU Tabanan masih menunggu anggaran dari KPU Pusat untuk pembuatan alat peraga kampanye (APK), baik untuk pemilihan legeslatif calon anggota DPRD Kabupaten, Provinsi, DPR RI, DPD RI, maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

Komisioner KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, saat ini anggaran dari KPU RI untuk pencetakan baliho dan spanduk belum turun dari pusat. "Jadi ukuran APK spanduk maupun baliho yang akan kita fasilitasi menyesuaikan dengan anggaran yang turun dari KPU RI,” katanya.

Menurutnya, ada dua APK yang difasilitasi KPU Tabanan. Yakni berupa spanduk dan baliho untuk peserta pemilu pilpres, maupun pileg, dan DPD. Dimana jumlah total APK sebanyak 508 buah spanduk dan baliho. "Spanduk dan Baliho didesain oleh peserta pemilu, sesuai juknis, harus ada visi, misi dan program calon. Kemudian di serahkan kepada kita paling lambat 5 Oktober. Dan setelah setelah sesuai juknis, baru kita cetak," jelasnya.

Sementara terkait pemasangan, pria yang akrab disapa Weda ini mengatakan, pemasangan akan menggunakan sistem undian. Menurutnya, hal tersebut untuk menghindari terjadinya gesekan dan juga menyesuaikan dengan tata ruang publik. “Jadi, pemasangan APK harus sesuai dengan nomor undian. Sedangkan untuk pemasangan akan dilakukan oleh masing-masing peserta pemilu, begitu juga saat pembongkaran. Dan jika ada yang rusak, maka peserta pemilu boleh menggantinya dengan cacatan harus APK yang sama, tidak boleh ada penambahan,” tandasnya. 

Masa kampanye pemilu 2019 sendiri dimulai 23 September 2018 dan berakhir 13 April 2019. Dimana masa kampanye tersebut jauh lebih lama waktunya dibandingkan dengan Pilgub 2018 yang hanya berdurasi tiga bulan. (kdk)