POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Kendati sudah ada regulasi baru terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menambah jalur, namun pelaksanaannya tetap sedikit menimbulkan polemik. Hal inilah yang terus menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk kedepannya.

Salah satu yang sering menjadi permasalahan dalam setiap tahun ajaran baru adalah persoalan siswa tercecer lantaran tak bisa masuk ke sekolah negeri.

Menyikapi hal itu, DPRD Bali terus melakukan komunikasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Sehingga ditahun ajaran depan tidak ada lagi permasalahan siswa tercecer. 

 

"Kita semua lalai, tidak pernah memprediksi berapa anak yang akan tamat SMP ke SMA, itu tidak pernah kita prediksi. Kita juga tidak pernah membangun SMA, itu-itu saja. Nah itulah kecolongan kita," ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Kamis (06/08/2020).

 

Secara kelembagaan, pihaknya mendorong agar pemerintah mengupayakan pembangunan sekolah-sekolah baru. Paling tidak menambah kelas baru untuk mengantisipasi banyaknya siswa tercecer. Dari hasil komunikasi dengan Gubernur, ia menjamin jika tahun depan tak akan ada lagi siswa tercecer. "Saya jamin, tahun depan tidak akan lagi seperti ini," akunya.

 

Soal pembangunan sekolah, mantan Bupati Tabanan dua periode ini belum bisa memastikan di daerah mana saja yang akan dibangun. Pasalnya, masih melihat kondisi disetiap daerah. "Oh belum-belum, masih sedang kita survei sekarang ini," paparnya.

 

Seperti diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta para kepala sekolah melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya memasuki dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Persiapan tersebut baik dari segi sarana prasarana sekolah maupun kesiapan dari pendidik dan tenaga kependidikan.

Apalagi, banyak sekolah yang mendapatkan siswa baru yang melebihi kapasitas rombongan belajar (rombel) yang dimiliki. 

 

"Situasi ini akan berimbas pada ketersediaan sarana prasarana serti bangku, kapasitas kelas, laboratorium, ruang praktek serta ketersediaan guru," kata Dewa Indra saat memberikan arahan kepada 145 Kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Bali melalui aplikasi Zoom, Selasa (21/7/2020).

 

Untuk itu Sekda Dewa Indra meminta agar kepala sekolah segera melakukan inventarisasi segala kebutuhan sekolah dan melakukan proses pengadaan sarana prasarana sesuai kebutuhan. Pendanaan sarana prasarana tersebut bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika aturan memungkinkan atau menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali. (her).